Megawati Dikritik Gegara Roasting Presiden Jokowi: Mestinya Bisa Lebih Bijak Bertutur..


 Pegiat media sosial Jhon Sitorus mengkritik pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri yang melontarkan candaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 


Diketahui, Megawati mengatakan jka bukan karena PDIP, ia menyebut Jokowi tidak akan menjadi Presiden. 


Menanggapi hal itu, Jhon Sitorus mengatakan sebaiknya Megawati bisa lebih bijak dalam bertutur kata.


"Sebagai pimpinan partai besar yang salah satu kadernya adl Presiden, mestinya bu Mega bisa lebih BIJAK bertutur, Jokowi jadi Presiden sudah ketentuan yang Maha Kuasa," ujar Jhon Sitorus dikutip Newsworthy.


"Era Demokrasi Modern, Partai hanyalah KENDARAAAN politik, konstituen lebih percaya FIGUR, bukan PARTAI," sambungnya.

 

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan atau PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politiknya dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDI-P, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1/2023).


Pada kesempatan itu, Megawati sering kali melemparkan candaan di depan ratusan kader PDIP yang datang. Bahkan Megawati beberapa kali tampak menggoda Presiden Joko Widodo.


Salah satunya saat Megawati membahas tentang program stunting yang diusung oleh PDIP.


"E PDI Perjuangan menggalakkan stunting, mbok aku dikasih bintang," sindir Megawati yang dibalas senyum oleh Presiden Joko Widodo.


"Pak Jokowi tuh suka ngono (gitu), mentang-mentang padahal kalau Pak Jokowi enggak ada PDI Perjuangan kasihan loh, udah legal formal loh beliau jadi presiden kan diikuti terus sama saya aturan mainnya," imbuhnya.


Lebih lanjut Megawati mengenang saat-saat pemilihan wakil presiden Jokowi di 2019 lalu. Maruf Amin sebelumnya disebut sebagai rekan kerja Megawati di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).


"Pak Maruf itu kaget, dulunya sama-sama di BPIP terus setelah itu ya itu ada Pak Mahfud juga, saya bilang ini, Pak Jokowi untuk pendamping bapak Pak Maruf saya bilang dan Pak Mahfud jadi Menkopolhukam," ujar Megawati.


"Kok sekarang enak amat aku dulu bos mereka, eh tiba-tiba diambil sama Pak Jokowi, loh kok aku ora di-jupuk (tidak diambil) ya yo mustine aku katut (tersangkut) to yo, enggak tetap di BPIP. Tapi enggak papa, aku kan enggak cari kuasa tahu enggak," tambahnya.


Sumber Berita / Artikel Asli : NW Wartaekonomi

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad