Megawati Ambil Sikap Tegas Tolak 3 Periode, Anggota DPR Sebut Kesempatan Perpanjang Jabatan Sudah Tertutup




Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan masa jabatan presiden di Indonesia hanya boleh maksimal dua periode. Sebab, katanya, hal itu sudah disepakati bersama dan diatur dalam konstitusi. 


"Lah kalau sudah dua kali, ya maaf, ya dua kali," kata Megawati dalam pidatonya di HUT ke-50 PDI Perjuangan di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1/2023).


Terkait masa jabatan presiden, Megawati meminta semua pihak untuk tetap berpegang UUD 1945 sebagai acuan. 


"Kalau sudah mau Pemilu 2024, mbok ya sudah dijalankan dengan baik. Jangan lalu sepertinya apa ya, susah payah loh kita ini menginginkan dan jalankan supaya republik ini utuh. Bahwa kalau memang sudah diputuskan bersama ya itu yang dijalankan," katanya.


Anggota DPR RI Guspardi Gaus mengapresiasi pernyataan ketegasan dalam pernyataan Megawati tersebut.


"Pertama saya memberikan apresiasi kepada ketua umum PDIP yang menegaskan tentang ditutupnya peluang atau tidak muncul lagi gonjang ganjing terhadap persoalan masa jabatan presiden," kata Guspardi saat dihubungi di Jakarta, Jumat (13/1/2023). 


Guspardi berharap pernyataan Megawati bisa menurunkan tensi dan menghapus berbagai dugaan terhadap gagasan perpanjangan masa jabatan presiden 3 atau 5 tahun.


"Ini diharapkan wacana-wacana yang berkaitan terhadap isu itu dengan komentar pernyataan ibu Megawati itu mudah-mudahan akan meredupkan, kemudian bisa dijadikan kepastian bahwa peluang itu sudah tertutup," ujarnya.


Lebih lanjut, Guspardi berharap wacana perpanjangan masa jabatan presiden tak lagi menjadi polemik.


Sebab, Megawati sebagai pengusung utama presiden pemerintahan saat ini telah memastikan bahwa masa jabatan presiden hanya berlaku dua periode.


"Kita harapkan kepada seluruh elemen masyarakat orang yang pro terhadap pak Jokowi dan orang orang yang mewacanakan untuk diperpanjang masa jabatan presiden untuk periode berikutnya tentu dengan demikian mudah-mudahan sudah bisa diakhiri," tuturnya. 


Anggota Baleg DPR RI dari Fraksi PAN itu mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri memilih calon presiden terbaik pada perhelatan pemilu 2024 mendatang.


"Kita menatap masa depan kepemimpinan yang akan kita pilih di tanggal 14 februari 2024," tandasnya.


Sumber Berita / Artikel Asli : Wartaekonomi

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad