[HOt NEWS] Cerita Aiman Witjaksono Memutuskan Memeluk Islam, dari Pencarian Tuhan hingga Sempat Ateis


 Aiman Witjaksono merupakan salah satu sosok jurnalis Tanah Air yang namanya sudah melalang buana di dunia media. Namun, di balik kebesaran namanya, ternyata ia memiliki perjalanan spiritual yang cukup panjang untuk mencari keyakinan yang dinilainya paling benar.


Dalam proses pencarian keyakinan, Aiman bahkan sempat tidak percaya dengan adanya Tuhan, atau Ateis. Hal tersebut diungkapkan Aiman saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Kasisolusi, yang diunggah pada Kamis (24/11) kemarin.


"Benar (pernah Ateis), kelas 2 SMA, tahun 94-95," ungkap Aiman, dikutip dari kanal YouTube Kasisolusi, Jumat (25/11).


Aiman pun menjelaskan, jika Ateis itu beda dengan Agnostik. Menurutnya, ia benar-benar Ateis dalam artian tidak mengakui keberadaan Tuhan, sementara Agnostik masih mengaku adanya Tuhan tapi tidak beragama.


"Ateis itu beda dengan Agnostik ya. Kalau Agnostik dia percaya Tuhan tapi nggak percaya agama. Kalo Ateis nggak percaya Tuhan," lanjutnya.


Aiman menyebut, jika saat itu dalam dirinya sempat terjadi pergolakan untuk membuktikan adanya Tuhan. 


"Jadi waktu itu gua sempat ada pergolakan di dalam batin, pikiran logika. Karena kan gua dari kecil selalu berpikir logika," ungkapnya.


"Apa sih buktinya ada Tuhan? Waktu itu gua belum menemukan tuh, ini bergerak begitu saja kok," lanjut Aiman.


Setelah melalui berbagai pemikiran dan perenungan, Aiman pun menyadari jika alam semesta dengan segala rahasianya tidak mungkin tidak ada yang menciptakan. Ia pun mulai menyadari keberadaan Tuhan sebagai pencipta dan pengatur alam semesta.


"Setelah gua setahun dua tahun kemudian berpikir, 'nggak mungkin kalau nggak ada Tuhan'. Kita bicara makrokosmos alam semesta dan sebagainya, berbicara dalam paling kecil aja deh kita nggak usah ke atas, di tubuh kita, mungkin nggak sebegitu kompleksnya, nggak ada yang ciptain," beber Aiman.


Setelah melalui pemikiran itu, Aiman pun kemudian mulai mengakui keberadaan Tuhan. Namun, ia belum menentukan agama mana yang menurutnya paling tepat.


"Setelah ketemu, ia gua percaya Tuhan, gua belum tahu mana agamanya," ujar Aiman.


Aiman yang mencintai ilmu sains dan logika kemudian membaca berbagai buku soal alam dan Tuhan. Ia pun kemudian membaca salah satu buku yang mengupas tentang Matematika dan Al Quran. Aiman menemukan keunikan Al Quran di mana jumlah lawan kata di dalam Al Quran jumlahnya sama persis.


"Ada 77449 kata dalam Al Quran, kok bisa sama (jumlahnya). Panas dan dingin, hidup dan mati, manfaat dan mudharat," ungkap Aiman.


Hal itu membuat Aiman semakin menyelami Al Quran, hingga akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam. []


Sumber Berita / Artikel Asli : Akurat

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad


Below Post Ad