Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Kronologi Paspampres Pengawal Jokowi Aniaya Relawan Ganjar di Gunungkidul, Korban Ditinju Hingga Dipiting

 

Oknum Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) diduga aniaya relawan calon presiden (capres) nomor urut 03 Ganjar Pranowo di Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa (30/1/2024).

Sebelumnya, viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan seorang pria membentangkan spanduk berisi dukungan terhadap calon presiden 03, Ganjar Pranowo ketika mobil Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) melintas di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa (30/1/2024).

Spanduk itu bertuliskan 'SELAMAT DATANG PAK JOKOWI KAMI SUDAH PINTAR KAMI PILIH GANJAR!.

Juga terdapat gambar wajah Ganjar yang mengenakan kemeja hitam lengan panjang di bagian kiri serta wajah Jokowi mengenakan kemeja putih di sebelah kanan bagian bawah.

Ketika mobil rombongan Presiden Jokowi melintas, terlihat ada seorang pria yang mengenakan jaket warna abu-abu dan tas slempang hitam merebut spanduk tersebut.

Lalu dalam video berbeda, nampak pria pembawa spanduk bersama Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih tengah bersitegang dengan beberapa pria.

Saat dikonfirmasi, Endah menyampaikan, insiden itu terjadi di depan Pasar Argosari, Selasa (30/1/2024) siang.

Kekerasan fisik menimpa pria inisial AD, relawan Ganjar yang sebelumnya menjadi relawan Jokowi. Saat itu, Jokowi tengah melangsungkan agenda kunjungan kerjanya.

Tiba-tiba, Endah ditelepon yang menyampaikan ada aparat negara diduga Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan kekerasan fisik terhadap warganya.

Kemudian, ia meminta yang menghubunginya supaya membantu negosiasi kepada oknum Paspampres agar melepaskan korban.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Akhirnya, ia mendatangi lokasi kejadian.

"Dengan negosiasi yang agak alot, korban akhirnya dilepaskan," ucap Endah dikonfirmasi, Rabu (31/1/2024).

Menurut keterangan pelaku, kata Endah, korban dianggap mengancam keselamatan presiden. Hal inilah yang memicu Paspampres melakukan kekerasan kepada korban hingga terluka.

"Ada 3 kali, upercut di leher kemudian ditinju di hidung bagian kanan sambil dipiteng. Juga (korban) dapat umpatan," ungkap Endah.

Padahal, lanjutnya, pada waktu dan lokasi yang sama, ada kejadian serupa dilakukan oleh masyarakat yang membentangkan spanduk bertulisan Gibran Fans tetapi tidak diperlakukan sama yakni dipukul oleh aparat.

"Itu ada sekian puluh spanduk di pinggir jalan menuju Pak Jokowi hadir. Disitu tidak ada satu aparat pun menyentuhnya apalagi menghardiknya, apalagi memukulnya tetapi malah dijejerkan rapi oleh aparat," tutur Endah sambil terheran-heran.

Menurutnya, saat ini sudah bukan lagi zamannya otoriter bahwa aparat negara digunakan untuk menindas dan menakut-nakuti rakyat.

Adapun usai dilepaskan Paspampres, Endah mengantarkan korban berobat ke rumah sakit.

Ia juga menjamin keselamatan dengan meminta korban menginap di kediamannya agar tidak mendapatkan intimidasi.

Endah mengecam kejadian ini. Ia menilai demokrasi telah dibungkam setelah pihaknya memenangkan Jokowi selama 2 periode di wilayahnya.

"Saya sebagai Ketua DPC PDIP kecewa dengan Pak Jokowi yang sudah kami dukung, kami perjuangkan menang di Gunungkidul selama 2 periode dengan persentase tertinggi se-DIY. Periode pertama 61 persen dan 73 persen di periode kedua," katanya.

Pasca kejadian ini, Endah mengaku telah bertemu dengan wakil ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Jenderal (Purn) Andika Perkasa.

Selain itu, Ketua DPD PDIP DIY langsung hadir ke Gunungkidul. Pihaknya mendapat arahan untuk mengumpulkan saksi hingga bukti berupa video.

Kemudian tindak lanjut berikutnya akan ia konsultasikan dengan Dewan Pimpinan Pusat sekaligus Sekjen PDIP.

"Pak Hasto sudah telepon kami. Saya juga diberi mandat oleh DPP partai untuk menjaga dan menjamin keselamatan warga kami sampai persoalan ini selesai," pungkas Endah.

Sebagai informasi, pada Selasa (30/1/2023) kemarin, Jokowi berkunjung ke Gunungkidul untuk meresmikan Inpres Jalan Daerah di wilayah Karangrejek.

Jalan tersebut satu di antara 7 ruas jalan di DIY yang diresmikan presiden dengan menelan anggaran sebesar Rp162 Miliar.


Sumber Berita / Artikel Asli : tv one

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Onlineindo.TV | All Right Reserved