Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

SOSOK 2 Anggota DPRD Sinjai Tersangka Narkoba Terciduk Ikut Upacara HUT ke-78 RI, Ini Rekam Jejaknya


Inilah sosok Kamrianto dan Muhammad Wahyu, dua anggota DPRD Sinjai, Sulawesi Selatan yang menjadi tersangka narkoba namun terciduk mengikuti Upacara HUT ke-78 Kemerdekaan RI di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (17/8/2023).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar ini turut berbaur dengan anggota DPRD Sinjai lainnya serta Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa.

Kehadiran dua anggota DPRD Sinjai tersangka narkoba ini menyita perhatian peserta upacara lain yang memenuhi halaman kantor Bupati Sinjai di Tanassang, Kelurahan Alehanuae, Kecamatan Sinjai Utara.

Pasalnya, sesuai dengan ketentuan, seharusnya keduanya masih menjalani rehabilitasi di rumah sakit milik Pemprov Sulsel yakni RS Saya Rakyat.

Hal ini sesuai dengan rekomendasi dari tim assessment rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel. 

Pengurus PAN Sinjai Andi Mursila bahkan mengaku kaget karena dua anggota DPRD Sinjai tiba-tiba hadir di lokasi itu.

"Kami kaget atas persoalan ini, kok bisa tahanan narkoba bisa bebas dan ikut upacara HUT Proklamasi ke-78 RI di Sinjai," katanya.

Demikian juga diungkapkan oleh Ketua PAN Sinjai, Mappahakkang.

Ia merasa kaget atas kehadiran dua anggota DPRD yang sudah berstatus tersangka narkoba. 

"Saya juga dan beberapa anggota dewan juga kaget, yang tiba-tiba Kamrianto dan Wahyu ikut upacara. Tidak pernah ada kabar kalau keduanya akan ikut upacara," katanya Mappahakkang.

Terpisah, Wakil Dir Res Narkoba Polda Sulsel, AKBP Ardiansyah, yang dikonfirmasi wartawan, menyampaikan bahwa kedua anggota DPRD Sinjai masih menjalani rehabilitasi.

"Keduanya masih menjalani rehabilitasi di RS," katanya.

Pihak rumah sakit memberi izin kepada dua anggota DPRD Sinjai itu.

Izin yang diberikan hanya satu hari dan setelah itu harus kembali ke RS menjalani rehabilitasi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Darmawan Affandy mengatakan, keduanya telah dikenakan pasal 54 UU Nomor 35 Tahun 2003 tentang narkotika.

Bunyi pasal itu, kata Darmawan mengharuskan keduanya menjalani rehabilitasi.

"Hasil assesment dan hasil gelar perkara, mereka kena pasal 54 dan wajib direhab," kata Darmawan Affandy kepada tribun.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk jadwal pelaksanaan rehabilitasi itu, kata dia, ditentukan oleh tim Assessment.

"Yang menentukan waktu rehabnya adalah hasil assesment," ujarnya.

Namun, jika dalam prosesnya kedua tersangka narkoba itu tertangkap lagi, pihaknya akan tetap melakukan proses hukum.

"Kalau tertangkap lagi, yang bersangkutan sudah residivis seberapapun barang buktinya harus diproses hukum," terang Darmawan.

"Atau direhab untuk waktu yang lama agar bisa tidak ketergantungan lagi," sambungnya.

Muhammad Wahyu dan Kamrianto, ditangkap oleh Timsus Res Narkoba Polda Sulsel pada Selasa (1/8/2023).

Mereka ditangkap setelah diketahui akan mengonsumsi narkoba di salah satu hotel di Jl Pelita Jaya.

Tertangkapnya dua politisi ini bermula dari tertangkapnya pria bernama Agung.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Darmawan Affandi menjelaskan, Agung disuruh oleh Anto.

"Betul, ada anggota dewan terlibat sabu-sabu. Ada namanya Agung membeli barang sabu-sabu untuk dipakai anggota dewan tersebut," kata Darmawan.

Saat membeli sabu itulah, kata dia, Agung ditangkap oleh Anggota Timsus Polda Sulsel.

"Begitu timsus datang, ditangkaplah si Agung itu. Begitu ditangkap ketemulah sabu-sabu itu dipakai," ujarnya.

Setelah Agung ditangkap, Timsus langsung melakukan pengembangan.

Alhasil, Agung mengaku jika sabu yang dibeli itu untuk digunakan sang anggota dewan tersebut.

"Terus dikembangkanlah, didapati Anto anggota dewan Sinjai dari partai PAN," sebutnya.

Anto yang tertangkap, juga 'menyanyi' dan menyebut rekannya sesama anggota DPRD Sinjai, Wahyu.

"Setelah itu, diam-diam mereka rupanya (untuk) dipakai bersama Wahyu," ungkap Darmawan.

Saat itulah, Anto janjian bertemu Wahyu di depan salah satu hotel Jl Pelita Raya Makassar, dan penangkapan berlangsung.

"Janjianlah sama Wahyu untuk nyabu dan ditangkaplah Wahyu di depan Hotel Maleo," bebernya.

Sebelumnya, langkah rehabilitasi disimpulkan tim penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel, setelah melakukan gelar perkara.

"Tersangka dikenakan pasal 127 junto pasal 1 uu narkotika karena hanya pemakai saja," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Darmawan Affandy dikonfirmasi tribun, Sabtu (5/8/2023) sore.

Hal senada diungkapkan, Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel AKBP Ardiansyah saat dikonfirmasi terpisah.

Ardiansyah yang memimpin gelar perkara kasus narkotika Agung dan dua oknum anggota DPRD Sinjai itu, telah disimpulkan untuk dilakukan rehabilitasi.

"Dari hasil rekomendasi yang sudah digelar, bahwa ketiga pelaku penyalahgunaan narkoba itu kita lakukan rehabilitasi," ujar Ardiansyah.

Rekomendasi untuk rehabilitasi itu, lanjut dia, berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Fakta-fakta yang ditemukan, kita merujuk ke pasal 54 UU 35 tahun 2009 terkait UU Narkotika juga sudah dijelaskan," terang Ardiansyah.

"Terkait penyalahgunaan atau penggunaan narkotika itu wajib direhabilitasi atau pengobatan kesehatan," sambungnya.

Alasan lain dijelaskan Ardiansyah, juga merujuk pada Peraturan Kapolri No 8 Tahun 2021 tentang keadilan restoratif.

Namun demikian, lanjut Ardiansyah, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk langkah restoratif itu.

"Tentu juga ada syarat-syarat untuk penerapan Restoratif justice atau rehabilitasi," bebernya

Syarat yang pertama lanjut dia, bahwa yang tersangka atau pengguna itu adalah bukan jaringan.

Lalu yang kedua, barang bukti harus sesuai dengan surat edaran Mahkamah Agung kurang, dari 1 gram.

"Jadi kemarin fakta-fakta yang ditemukan di lapangan bahwa memang ada keinginan untuk membeli dari anggota DPR itu, satu saset," sebutnya.

Adapun barang bukti yang disita polisi dalam penangkapan itu kata dia, hanya 0,39 gram.

Barang haram itu, kata Ardiansyah dibeli Agung seharga Rp 450 ribu di media sosial untuk dinikmati bersama Wahyu dan Anto di hotel.

Lalu, siapa sebenarnya Kamrianto dan Muhammad Wahyu?

Muhammad Wahyu dan Kamrianto tak sekadar sebagai anggota DPRD di Sinjai.

Ia juga sebagai tokoh milenial yang duduk di parlemen Sinjai.

Keduanya merupakan anggota DPRD termuda setelah anggota DPRD Sinjai Andi Olivia Batari yang juga Ketua DPC PKB Sinjai.

Berikut sosoknya:

Sosok Muhammad

Muhammad Wahyu merupakan anak buah Andi Kartini Ottong di Partai Golkar.

Wahyu dikenal salah satu politisi yang cukup kritis.

Selama duduk sebagai anggota DPRD Sinjai, Muhammad Wahyu beberapa kali menyorot kebijakan Pemerintah Kabupaten Sinjai yang tak banyak manfaatnya.

Seperti masalah banjir yang belum tertangani sampai saat ini.

Dan sejumlah aspirasi masyarakat sipil di daerah itu kerap disuarakan.

Tak hanya menyuarakan aspirasi masyarakat asal daerah pemilihannya, tapi Wahyu juga menyuarakan aspirasi dari beberapa kecamatan lainnya di Sinjai.

Beberapa kebijakan Bupati Andi Seto Asapa juga kerap ia sorot sebelum ditangkap oleh polisi.

Tak hanya menyorot kebijakan pihak eksekutif, wahyu juga pernah menyorot lembaga kepolisian.

Salah satunya banyaknya aksi balapan liar dalam Ibu kota Sinjai.

Sebelum terpilih sebagai anggota DPRD Sinjai tahun 2019, ia pernah menjabat organda di Sinjai.

Ia sebagai Ketua Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sinjai (HIPPMAS).

Saat ini Muhammad Wahyu sedang mempersiapkan naik kelas ke DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melalui Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Bulukumba-Sinjai.

Sosok Kamrianto

Kamrianto pernah menjabat pengurus HIPPMAS untuk wilayah Kecamatan Tellulimpoe.

Sebelum ditangkap oleh polisi, Kamrianto masih akan maju sebagai bakal calon anggota legislatif di Kabupaten Sinjai.

Kamrianto tak ditempatkan lagi di Daerah Pemilihan (Dapil) sebelumnya.

Ia ditempatkan di daerah bukan basisnya.

Kamrianto ditempatkan di Dapil III Sinjai. Yakni Kecamatan Sinjai Borong dan Sinjai Selatan.

Sedang basisnya nyaleg di kampung halamannya yakni Kecamatan Tellulimpoe dan Sinjai Timur.

"Kamrianto masuk daftar caleg saat ini Dapil III Sinjai," kata Ketua DPD PAN Sinjai, Mappahakkang, Jumat (11/8/2023).

Sebelumnya Kamrianto tak masuk dalam daftar Caleg PAN untuk pemilu 2024.

Ia juga pernah diusulkan diberhentikan oleh pengurus PAN Sinjai pada tahun 2022 lalu sebagai sekretaris dan sebagai pengurus.

Namun upaya itu gagal karena DPP PAN tak mengabulkan usulan pengurus PAN Sinjai.

Kamrianto diusulkan dipecat dari PAN Sinjai kerena dinilai tak memenuhi kewajiban sumbangan ke partai setiap bulan.

Namun tuduhan tersebut dibantah oleh Kamrianto saat itu.

Sebab setoran ke rekening DPP PAN tetap dijalankan dengan pemotongan gaji secara auto debit.

Pada pengusalan daftar caleg ke KPU tahap awal, nama Kamrianto juga tak dimasukkan oleh pengurus PAN Sinjai.

Belakangan ini nama Kamrianto dimasukkan dalam daftar caleg di Dapil III Sinjai Selatan. 

Sumber Berita /Artikel Asli : tribunnews

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Onlineindo.TV | All Right Reserved