Breaking Posts

6/trending/recent

Hot Widget

Type Here to Get Search Results !

Habib Bahar: Fuad Plered Baca Kitab Belepotan, Tidak Paham Nahwu Shorof!



 Muhammad Fuad Riyadi atau Fuad Plered dinilai dalam membaca kitab masih belepotan tidak tahu nahwu, shorof dalam bahasa Arab.

“Fuad Plered tidak tahu asbabaul nuzul, baca kitab belepotan. kiai NU cintanya kepada habaib. Kroco-kroco sok-sokan membenci para habaib,” kata Habib Bahar di Channel YouTube Refly Harun beberapa waktu lalu.

Kata Habib Bahar, Fuad Plered selalu memanfaatkan nama Guru Sekumpul untuk menyerang Habaib. 

“Fuad plered menyalahgunakan guru sekumpul. mengatakan, ‘orang Banjar tidak perlu berguru kepada orang selain orang Banjar’. Ini pernyataan menyesatkan,” paparnya.

Habib Bahar mengatakan, berbagai pernyataan Fuad Plered tanpa menggunakan referensi kitab yang biasa digunakan para santri, kiai dan ulama.

“Pernyataan Fuad Plered bodoh tanpa dalil. Kalau pernyataan itu pakai kitab maraji’ (rujukan-red),” jelas Habib Bahar.

Selain itu, Habib mengatakan, wali songo yang menyebarkan Islam di Nusantara itu habaib. 

“Kalau tidak ada habaib si Fuad itu masih nyembah pohon. wali songo itu habaib.

Fuad mau melarang habaib di Indonesia, gara-gara habaib ada yang murtad. Itu pernyataan bodoh dan menyesatkan,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Gus Fuad pernah mengatakan bahwa Habaib yang berdakwah di Indonesia menimbulkan kekacauan dengan mengajarkan kekerasan dan menakut-nakuti pribumi karena merasa keturunan Rasulullah.

“Habib-habib berhenti berdakwah di Indonesia, Kebanyakan merusak. 100 habib yang ceramah yang benar hanya 2 atau 3 yang lainnya bikin kacau, gaduh, menakut-nakuti pribumi,” kata Muhammad Fuad Riyadi (Gus Fuad Pleret) dalam ceramah yang beredar di YouTube beberapa waktu lalu.

Gus Fuad mengatakan, habaib yang mendakwahkan Islam secara keras justru membuat sebagaian umat Islam menjadi murtad.

“Saya dapat laporan banyak, gara-gara gerakan Islam keras itu banyak orang Islam murtad. Materi dakwah itu kasih sayang Rasulullah, bukan mempolitisi agama, agama unuk politik ngacam-ngancam itu merusak,” jelas Gus Fuad Pleret. 

Gus Fuad mengatakan, biar para pribumi yang mengurusi berdakwah bukan oleh orang pendatang dari hadramaut Yaman.

“Para Habaib generasi pertama membuat orang Islam masuk Islam. Sekarang para Habaib membuat murtad orang. Para Habaib berhenti berdakwah. Biar pribumi ngurusi pribumi. Rasullah mengatakan, tamu jangan jadi imam,” tegas Gus Fuad.

Selain itu, kata Gus Fuad Pleret, Pusat kewalian dunia ada di Kalimantan Selatan, Martapura, Sekumpul.

“Kita berkewajiban menjaga umatnya Rasulullah dan dunia ilmu marifatnya menginduk ke guru Sekumpul. Pusat ahlussunah waljamaah pusatnya di Kalsel,” pungkasnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Suaranasional

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad


Below Post Ad

Ads Bottom

Copyright © 2023 - Onlineindo.TV | All Right Reserved