Puan Menangis Selalu Disalahkan Padahal Sudah Kerja, Ternyata Berat Jadi Perempuan di Indonesia




 Puan Maharani dalam sebuah wawancara ekslusif TV nasional tengah viral.


Dalam wawancara itu, Puan tak kuasa menahan air matanya.


Mulanya, Rosiana Silalahi yang bertindak sebagai host menanyakan soal Puan yang meneteskan air mata ketika dikukuhkan sebagai Doktor Honoris Causa yang digelar di Busan, November lalu.


Dalam kesempatan itu, Puan mengaku berat menjadi perempuan di Indonesia, tidak semudah yang ia bayangkan. 


“Ternyata berat jadi perempuan di Indonesia, nggak semudah yang dibayangkan. Wah bahwa bisa jadi Menko PMK, jadi ketua DPR untuk mencapai kesitu ternyata nggak segampang itu,” ucap Puan, Jumat, (13/1/2023).


Soalnya curhat dia, dirinya sering di-bully. Apapun yang dikerjakan seringkali disalah artikan dan dianggap salah.


“Itu kan bukan suatu hal yang mudah sebenarnya kalau kita mau cerna sebagai seorang manusia, kok udah berusaha kerja sebaik-baiknya, berusaha kerja yang semampunya tapi kok kemudian tetap salah terus kan,” ujarnya.


“Itu beban batin juga ya saya sampai mikir, kenapa ya kayak gini terus. Apa karena saya perempuan ya. Tapi saya ngerasa kayaknya iya juga sih kayaknya, apakah kemudian di Indonesia itu belum siap ya menerima seorang perempuan itu untuk maju jadi seorang pemimpin ya di manapun posisinya jadi saya merasa ya itu kan,” tambahnya.


Dia mengibaratkan dua sayap burung, harusnya bisa seiring sejalan laki-laki dan perempuan untuk demokrasi di Indonesia.


Puan menceritakan selama ini diajarkan oleh ibunya yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bahwa dirinya harus optimis bisa.


“Ibu Mega juga selalu mengajarkan ‘ini perjuangan kamu dan mama dan itu adalah perjuangan bukan buat kita berdua aja Puan tapi buat perempuan-perempuan Indonesia’,” tutur Puan mulai terisak.


Puan mengaku sering merasa dianggap tidak mampu karena dirinya perempuan.


“Bayangkan kalau, saya ngebayangin aduh perempuan yang lain kayak gimana ya itu,” tambah Puan dengan mata berkaca-kaca.


Ketua DPP PDIP ini mengatakan, budaya di Indonesia selalu mengutamakan laki-laki dibandingkan perempuan.


“Makanya saya perempuan itu harus kerjanya itu dua kali lipat untuk bisa membuktikan bahwa dirinya mampu, dirinya bisa, dirinya punya kapasitas, dirinya punya kapabilitas,” ucapnya. 


Meski demikian, Puan menyampaikan perempuan tidak boleh lupa kodratnya sebagai perempuan baik sebagai istri maupun ibu.


“Saya selalu juga mengatakan, kita juga nggak boleh lupa sebagai kodrat kita sebagai seorang perempuan. Kita bisa jadi seorang istri kita, bisa menjadi seorang ibu. Tapi ya kalau bicara gender, jangan kemudian dianggap perempuan itu karena seorang perempuan tidak mampu,” tutur Puan. (selfi/fajar)


Sumber Berita / Artikel Asli : fajar

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad