MENCEKAM...!! Kerusuhan Terjadi di Perusahaan Smelter Nikel PT GNI Morowali, Pekerja Lokal Bentrok dengan Pekerja Asal China


Bentrokan yang terjadi di area smelter PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) menyebabkan dua pekerja lokal dan satu tenaga kerja asing (TKA) tewas akibat kerusuhan di wilayah Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (14/1) malam.


MENCEKAM...!! Kerusuhan Terjadi di Perusahaan Smelter Nikel PT GNI Morowali, Pekerja Lokal Bentrok dengan Pekerja Asal China


Selain 3 orang tewas, tiga orang pekerja juga dilaporkan mengalami luka-luka imbas bentrokan tersebut.


Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik mengungkapkan kronologi bentrokan dipicu karena pihak keamanan perusahaan menahan sekitar 500 pekerja masuk ke dalam pos 4 pabrik smelter milik PT GNI.


Ratusan pekerja tersebut sebelumnya melakukan aksi mogok kerja usai tujuh dari delapan tuntutan mereka belum disetujui oleh pihak perusahaan.


"Karena dihalangi masuk sehingga ratusan pekerja itu melempari dan merusak kantor security. Kemudian mereka menerobos masuk di pos 4 lalu menuju ke mes karyawan dan membakar sebuah mes karyawan hingga rata dengan tanah," kata Didik.


Personel kepolisian bersama TNI yang tiba di lokasi, kata Didik berusaha untuk menenangkan para pekerja, namun hal itu tidak diterima sehingga terjadi adu mulut yang berujung pada pelemparan ke arah petugas.


Kemudian, lanjut Didik, ada karyawan dari divisi dump truck yang melintas di lokasi aksi mogok bekerja.


"Para pekerja langsung menyerang pekerja yang tidak ikut aksi mogok sehingga terjadi bentrok mengakibatkan ada 3 orang pekerja dari divisi dump truck yang mengalami luka di bagian badan dan 3 unit kendaraan roda dua dirusak," jelasnya.

 

Di waktu yang bersamaan, kata Didik, terjadi juga aksi saling kejar dan lempar yang mengakibatkan korban meninggal dunia dari pihak pekerja.

 


MENCEKAM...!! Kerusuhan Terjadi di Perusahaan Smelter Nikel PT GNI Morowali, Pekerja Lokal Bentrok dengan Pekerja Asal China

MENCEKAM...!! Kerusuhan Terjadi di Perusahaan Smelter Nikel PT GNI Morowali, Pekerja Lokal Bentrok dengan Pekerja Asal China


"Korban dari tenaga kerja lokal sebanyak dua orang dan TKA satu orang meninggal dunia," bebernya.


Didik mengklaim bentrok tersebut dapat dikendalikan setelah petugas kepolisian melerai dua kelompok pekerja yang terlibat bentrok dan mengimbau untuk membubarkan diri.


Sementara untuk TKA diamankan dan dievakuasi di lokasi smelter 2 PT GNI.


Akan tetapi, aksi pembakaran mess karyawan yang dilakukan sekitar 500 massa pekerja kembali terjadi dan merusak 5 unit kendaraan milik PT GNI.


"Mess karyawan wanita nyaris ikut terbakar. Petugas berhasil evakuasi karyawan wanita yang berada di dalam mes. Kemudian ada 5 mobil yang dibakar," tuturnya.


Aksi pekerja pun terhenti setelah petugas kepolisian yang menggunakan kendaraan taktis untuk menghalau pergerakan para pekerja dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan aksi bentrokan tersebut.


Sejauh ini polisi sudah mengamankan 69 pekerja tambang PT GNI.


"Mereka juga menyerang dan melempari petugas sehingga diberikan tembakan gas air mata. Ada 69 orang kita amankan bersama barang buktinya," pungkasnya.


Sebelumnya, PT GNI dihebohkan dengan tewasnya seleb Tiktok, Nirwana Selle bersama satu orang pekerja lainnya akibat terjebak di crane tungku no 17 smelter 2.


Hingga saat ini polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dari Tim Laboratorium Forensik Polri Cabang Makassar.

[VIDEO KERUSUHAN]




Perusahaan China




Perusahaan China


PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) tengah menjadi sorotan usai smelter nikelnya meledak dan menewaskan dua karyawan pada Kamis (22/12/2022) lalu.


Salah satu korbannya bernama Nirwana Selle, yang dikenal sebagai seleb TikTok.


Dikutip dari CNNIndonesia, Perusahaan ini adalah milik pengusaha tambang asal China, Tony Zhou Yuan.


Mengutip laman resminya, PT GNI terletak di di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.


Perusahaan ini dibuka dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 27 Desember 2021.


Bahkan, PT GNI masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang hilirisasi mineral dan batu bara (minerba).


PT GNI melakukan ekspor perdana produk olahan nikel pada 20 Januari 2022.


Adapun hasil olahan yang diekspor adalah produk turunan nikel dalam bentuk nickel pig iron (NPI) atau feronikel.


Feronikel itu merupakan hasil olahan dari tiga tungku smelter yang telah beroperasi.


Tony Zhou Yuan, yang juga menjabat direktur operasional PT GNI, menjelaskan terdapat 13.650 ton feronikel diekspor ke China.


Nilai ekspornya mencapai US$23 juta. Pengiriman feronikel dilakukan melalui Pelabuhan Jety milik PT GNI yang terletak di Morowali Utara.


Bupati Luruskan Isu Bentrokan Maut PT GNI Imbas TKA Aniaya TKI


MENCEKAM...!! Kerusuhan Terjadi di Perusahaan Smelter Nikel PT GNI Morowali, Pekerja Lokal Bentrok dengan Pekerja Asal China


MENCEKAM...!! Kerusuhan Terjadi di Perusahaan Smelter Nikel PT GNI Morowali, Pekerja Lokal Bentrok dengan Pekerja Asal China


Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkasson Hehi meluruskan isu tenaga kerja asing (TKA) menganiaya tenaga kerja Indonesia (TKI) jadi pemicu bentrokan maut di pabrik nikel (smelter) PT. Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Desa Bunta, Petasia Timur, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/1) malam.


"Tolong diluruskan informasinya ya. TKA yang diserang duluan, lalu terjadi bentrok. Di tengah bentrok ini, ada oknum-oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk melakukan perusakan dan penjarahan di asrama karyawan putri TKI," ujar Delis usai bertemu Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Minggu (15/1).


Ia menduga keras kerusuhan ini dipicu oleh provokator dari luar kepentingan kesejahteraan karyawan dan keberlangsungan industri nikel dengan membawa agenda-agenda mereka.


"Kami tidak ingin suasana tenteram dan damai yang selama ini terjaga di Morut, dirusak oleh para provokator. Kami menginginkan kehadiran investor untuk mengelola potensi daerah bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.


Delis mengaku sudah mengumpulkan ormas-ormas agar memiliki kesatuan pemahaman serta pernyataan yang benar terkait peristiwa ini.


Ia juga meminta Camat Petasia Timur dan para kepala desa mengumpulkan warganya untuk memberikan pengarahan agar tidak terpancing dengan provokator.


Kerusuhan yang terjadi di lingkungan PT. GNI tersebut dilaporkan menimbulkan dua orang korban jiwa (meninggal dunia), seorang TKI dan seorang TKA.


Dilaporkan pula terjadi penjarahan di asrama putri TKI serta pembakaran asset perusahaan.


Sekitar 70 orang telah ditahan kepolisian untuk diusut tuntas aksi anarkis tersebut.


Sumber Berita / Artikel Asli : Portalislam

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad