Mahfud MD Disebut-sebut Intervensi KPU agar Loloskan Parpol Tertentu, Hasyim Asy’ari: Beliau Pernah Menyampaikan Pesan


Dugaan kecurangan pemilu pada tahapan verifikasi partai politik kembali menyeruak. Bahkan, dugaan kecurangan itu menyeret-nyeret nama Menkopolhukam, Mahfud MD.


Dugaan kecurangan itu diungkap Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Bersih. Dia menyebut, Mahfud MD mengintrevensi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar meloloskan parpol tertentu.


Ketua KPU, Hasyim Asy'ari membantah dugaan adanya intervensi dari Menko Polhukam kepada KPU untuk meloloskan parpol tertentu sebagai peserta Pemilu 2024. 


"Oh enggak (tidak ada intervensi). Saya kira bukan gitu statement (pernyataan) Pak Mahfud, ya. Statement terakhir yang saya ikuti, untuk urusan pemilu ini tidak benar kalau ada intervensi dari pemerintah sebagaimana disebut-sebut itu. Itu statement yang kita (KPU) baca, ya,” ujar Hasyim seusai beraudiensi dengan pimpinan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) di Kelenteng Kong Miao, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat.


“Sejak awal ketika kami beraudiensi dengan Pak Mahfud MD sebagai Menko Polhukam, beliau pernah menyampaikan pesan, di dalam pemilu bagi yang kalah ya cara pandangnya (pada) KPU itu selalu salah," jelas Hasyim.


Hasyim menjelaskan, dari arahan itu, KPU lalu menyadari harus selalu menyiapkan diri untuk menghindari beragam potensi kecurangan dalam pemilu. 


"Itu harus diantisipasi karena siapa pun dalam sebuah kompetisi, bagi yang kalah itu memang diberikan kesempatan saluran-saluran untuk melaporkan. Misalkan, ke Bawaslu. Kalau urusan hasil pemilu melaporkan ke Mahkamah Konstitusi. Itu yang disiapkan selama ini untuk menyelesaikan sengketa di dalam kepemiluan," ucap dia.


Mahfud MD Sudah Membantah Sebelumnya, perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Bersih Hadar Nafis Gumay mengungkapkan dugaan kecurangan pemilu pada tahapan verifikasi partai politik saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi II DPR RI di Jakarta, Rabu (11/1).


Saat itu Hadar menyampaikan dugaan intervensi Istana dan pemerintah, salah satunya dari Menko Polhukam Mahfud MD kepada KPU RI untuk meloloskan parpol tertentu sebagai peserta Pemilu 2024.


Mahfud pun telah membantah dugaan tersebut dan menegaskan pemerintah tidak boleh ikut campur dalam penyelenggaraan pemilu oleh KPU. 


"Pemerintah tidak boleh ikut campur. Itu hoaks juga berita. Katanya, ada campur tangan istana. Saya justru menegur. Tanggal 10 November ada laporan, 'Pak itu KPU tidak adil, partai A suruh masukkan, partai B tidak boleh masuk'. Saya telepon, hanya itu saja," ungkap Mahfud MD.


Pemilik nama lengkap Mohammad Mahfud Mahmodin itu lalu mengaku menelepon Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno.

Namun, hal tersebut dilakukannya untuk mengklarifikasi dugaan kecurangan dalam tahapan verifikasi faktual parpol calon peserta Pemilu 2024.


"Pak Bernard ini ada informasi banyak begini bener ndak? Lalu dijawab, 'Tidak Pak, tegak lurus'," ungkap Mahfud.


Tokoh kelahiran Sampang 13 Mei 1957 itu lalu menceritakan lebih lanjut isi pembicaraannya dengan Bernard.


"Jangan main-loh loh, semua partai, kalau satu diberi begini, yang lain diberi begini. Jangan Anda terima pesanan dari orang lain. Nah, itulah sebabnya banyak formulir berubah. Itu saya menegur, bukan saya intervensi," jelas Mahfud.


Mahfud MD menyebut ia menelepon Bernard Dermawan pada 10 November 2022 dan tidak pernah menghubungi lagi setelah itu. (ant/jpnn/fajar)


Sumber Berita / Artikel Asli : fajar

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad