Gereja Inggris Minta Maaf ke Komunitas LGBTQI+: Anda Diterima dan Dihargai!


 Gereja Inggris (Church of England) meminta maaf kepada komunitas LGBTQI+ atas penolakan dan permusuhan yang mereka hadapi.


Permintaan itu tertulis dalam surat terbuka para uskup yang dirilis pada Jumat (20/1).


LGBTQI+ adalah singkatan dari lesbian, gay, bisexual, transgender, queer, dan intersex.


Tanda "+" mengacu pada banyak identifikasi diri lainnya di bawah payung "seksualitas" dan/atau "gender".


"Kami tidak mencintaimu seperti Tuhan mencintaimu, dan itu sangat salah," tulis para uskup, dikutip dari Reuters, Sabtu (21/1).


"Kami menegaskan, secara terbuka dan tegas, bahwa orang-orang LGBTQI+ diterima dan dihargai: kita semua adalah anak-anak Tuhan. Saat-saat di mana Anda menerima tanggapan bermusuhan dan homofobik di gereja kami sangat memalukan dan untuk ini kami menyesal," imbuhnya.


Permintaan maaf ini datang beberapa hari setelah pihak Gereja Inggris mengajukan proposal yang menolak untuk mengizinkan pasangan sesama jenis menikah di gereja-gerejanya.


Gereja Inggris hanya menawarkan agar para pendeta memberkati mereka.


Gereja Inggris—pusat dari salah satu lembaga Kristen tertua di dunia, Persekutuan Anglikan—mempertahankan ajarannya bahwa pernikahan adalah antara "satu laki-laki dan satu perempuan" meskipun pernikahan sesama jenis dianggap legal di Inggris. 


Seorang juru bicara kelompok advokasi gay dan transgender, Stonewall, menyebut Gereja Inggris tetap gagal dalam bersikap merangkul dan mendukung orang Kristen LGBTQ+.


"Permintaan maaf tidak berarti banyak ketika begitu banyak orang Kristen LGBTQ+ menghadapi permusuhan dan diskriminasi atas diri mereka," ujar juru bicara Stonewall.


Dukungan paling tinggi dari pemimpin agama bagi pasangan sesama jenis untuk menikah di gereja datang dari Uskup Oxford, Steven Croft, pada November 2022.


Dia meminta maaf karena lamban dalam mengubah pandangannya terhadap orang LGBTQI+.


"Sangat baik bagi kami untuk dapat mengatakan hari ini bahwa gereja sekarang menawarkan layanan berkat kepada publik, tetapi kami tahu kami harus melangkah lebih jauh," ungkap Croft pada Jumat (20/1).


Seruan tersebut hanya mendapatkan dukungan terbuka dari beberapa rekan uskupnya yang membentuk badan pengatur Gereja Inggris yang dikenal sebagai Sinode Umum (General Synod).


"Kami terbagi, tidak ada gunanya berpura-pura sebaliknya. Gereja Inggris dan Persekutuan Anglikan sangat terpecah," jelas Uskup Agung Canterbury, Justin Welby, menjelang pertemuan sinode untuk lebih lanjut membahas proposal terkait pernikahan sesama jenis.


"Saya yakin diskusi akan berlanjut. Tetapi ini adalah poin yang sangat penting, tidak hanya di dalam Persekutuan Anglikan dan Gereja Inggris, tetapi juga di seluruh gereja global. Ini perjalanan yang panjang. Saya yakin kata terakhir belum terucapkan," tambahnya.


Sumber Berita / Artikel Asli : Kumparan

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad