Firman Tendry: Ada Oligarki di Kekuasaan Ingin Jokowi Celaka

 


Kemunculan isu penundaan pemilu yang dituding sebagai sebagai upaya mempertahankan rezim saat ini, dianggap oleh barisan relawan Presiden Joko Widodo sebagai agenda kelompok oligarki untuk membuat nama kepala pemerintahan menjadi buruk.


Hal tersebut disampaikan Ketua Sekretariat Nasional Puan Maharani Peduli (Seknas PMP), Firman Tendry, dalam diskusi series Teras Politik Kang Kiflan yang digelar Kantor Berita Politik RMOL dengan tajuk "Membaca Pesan Megawati", di Kopi Timur, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (11/1).


"Ada oligarki di kekuasaan yang berharap betul Pak Jokowi celaka secara konstitusi. Ini berbahaya," ujar Tendry.


Dugaan tersebut, menurut Tendry, juga telah diendus oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Hal ini tersirat dalam pidato Megawati di acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa kemarin (10/1).


"Melihat ini, ibu Mega mengingatkan 'hei hati-hati" karena Bu Mega bicara selalu menggunakan historik, empirik," tuturnya.


Penggunaan kata "ngapusi" (bohong) yang disampaikan Megawati dalam pidatonya, dimaknai Tendry sebagai sesuatu tanda bahwa isu penundaan pemilu adalah wacana yang tidak benar.


"Jadi kita tidak punya terjemahan lain, ini terjemahannya sudah tunggal. Kita sudah sepakat, (setelah) reformasi Presiden RI dipilih dua kali berturut-turut, cukup," ucapnya.


"Dan kalau mau bicara yang dulu-dulu, kita harus bicara lagi soal konstitusi kita,"demikian Tendry.



Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad