Wow! Dalam Setahun Harta Kekayaan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Naik Rp 6 Miliar


 Kepala Sekretariat Presiden (Kasatpres) Heru Budi Hartono resmi ditunjuk Joko Widodo (Jokowi) menjadi Penjabat (Pj) Gubernur DKI mengantikan Anies Baswedan yang habis masa jabatannya pada 16 Oktober 2022 lalu.

Heru Budi bukan orang baru di pemerintahan khusunya di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. 

Sosoknya  sudah malang melintang mengisi berbagai jabatan lingkungan pemerintahan jakarta.


Pada saat itu, Heru Budi mengawali kiprahnya sebagai Staf Khusus Wali Kota Jakarta Utara pada tahun 1993. 


Dari tahun ke tahun, kariernya terus menanjak dengan menduduki sejumlah posisi strategis di Pemprov DKI.

Lalu pada tahun 2013, Heru Budi sempat menjabat sebagai Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri Pemprov DKI Jakarta.


Jabatan itulah yang akhirnya mendekatkan Heru Budi dengan Presiden Joko Widodo yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.


Tak hanya itu, belasan tahun berkiprah di pemerintahan provinsi DKI juga merekatkan Heru dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat itu menjadi Wakil Gubernur DKI mendampingi Jokowi.

Pada saat itulah Heru Budi naik jabatan sebagai Gubernur setelah Jokowi jadi presiden.


Saking dekatnya, pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI 2017, Heru Budi nyaris dipinang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI melalui jalur independen.


Namun, Bupati Belitung Timur itu akhirnya maju lewat jalur partai politik berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat. Dan Heru pun urung jadi pendamping Ahok.


Kendati demkian, pada bulan Juli 2017, Heru ditunjuk sebagai Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres). 


Dia kembali bekerja di bersama Presiden Jokowi, namun kali ini dalam naungan atap Istana.


Lima tahun menjabat Kasetpres, Heru kini terpilih lagi sebagai penjabat Gubernur DKI Jakarta.


Dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dihimpun, harta kekayaan Heru Budi tercatat yakni Rp 31,9 miliar.


LHKPN itu dilaporkan Heru Budi pada 16 Februari 2022 dan tercatat dalam situs e-LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Labih lanjut, jika merujuk LHKPN, Heru memiliki 12 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai daerah seperti Jakarta, Bekasi, hingga Karawang yang nilainya sebesar Rp 23.445.346.868.


Tak hanya itu, Heru juga memiliki 7 alat transportasi dan mesin berupa mobil dan motor senilai Rp 1.293.369.000.


Lalu, untuk harta yang bergerak lainnya mantan pejabat eselon 1 itu memiliki harta bergerak sebesar Rp 617.450.000. Kemudian, surat berharga senilai Rp 3.692.500, serta kas dan setara kas Rp 12.675.771.879.


Sehingga, total harta kekayaan Heru dikurangi utangnya Rp 6.058.945.215 total sebesar Rp 31.987.685.032.


Maka dari itu, harta kekayaan Heru itu naik sekitar Rp 6 miliar dari tahun sebelumnya yang jumlahnya Rp 25.830.443.058. 



Sumber Berita / Artikel Asli :  poskota

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad


Below Post Ad