Waduh! Nomor Jokowi Hampir Bocor saat Telepon PM Malaysia Anwar Ibrahim

 


Nomor telepon Presiden Joko Widodo (Jokowi) hampir bocor saat menghubungi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim.


Jokowi menelepon untuk mengucapkan selamat kepada Anwar Ibrahim atas terpilihnya sebagai PM Malaysia,


Momen Jokowi menelepon diketahui melalui video dari akun Twitter Anwar Ibrahim bernama @anwaribrahim yang diunggah pada kamis, 24 November.


Dalam video tersebut, Anwar Ibrahim menerima telepon dari Jokowi, Usai menjawab salam, sang PM Malaysia mengaktifkan loud speker handphonenya.


Ketika mengaktifkan loud speker, Anwar Ibrahim tampak sedikit menjauhkan handphone dari telinganya. Dan hal tersebut membuat nomor telepon Jokowi tampak terlihat.


Beberapa saat kemudian, layar handphone Anwar Ibrahim mati lalu nomor Jokowi sudah tidak terlihat. Dalam percakapannya Presiden ucapkan selamat kepada Anwar Ibrahim atas terpilihnya sebagai PM Malaysia.


"Pemerintah atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya yang mulia sebagai perdana menteri yang ke-10 Malaysia," ucap Jokowi yang suaranya terdengar dari handphone Anwar Ibrahim, dikutip fin.co.id pada Jumat, 25 November 2022.


Anwar Ibrahim mengucapkan terimakasih kepada Jokowi, karena hal ini sebagai bentuk penghormatan bagi dirinya. Selain itu ia berharap hubungan Malaysia dengan Indonesia semakin erat.


"Terima kasih dan saya mengharapkan hubungan perdagangan bisnis, investasi, dan budaya, persahabatan insya Allah dapat kita tingkatkan dan beberpaa isu yang nampak terbatas, termasuk soal pekerja itu dapat diluruskan dengan cara yang bersih," ungkap Ibrahim.


Setelah mendapat telepon, Anwar Ibrahim pun menyebut Jokowi merupakan kepala negara pertama yang mengucapkan terimakasih kepada dirinya.


"Terima kasih Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo yang menjadi kepala negara pertama yang menghubungi saya mengucapkan tahniah," ungkap Anwar Ibrahim.


"Saya tegaskan Indonesia merupakan sahabat sejati Malaysia dan saya mengharapkan hubungan dagang dan bisnis, investasi, budaya dan isu pekerja dapat dipertingkatkan. Persahabatan kedua-dua semestinya diperkukuh," sambungnya.

Hubungan RI-Malaysia


Terpilihnya Anwar dianggap bisa semakin mengeratkan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia.


Persahabatan Anwar dengan Indonesia sudah terjalin sejak lama.


Pendiri dan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan, di masa senang dan susah, mantan Wakil PM Malaysia itu tetap memiliki banyak teman di Indonesia.


Menurut Dino, Perdana Menteri Malaysia yang baru ditunjuk oleh raja itu juga kerap menjalin silaturahmi dengan para pemimpin politik dan non-politik di Indonesia.


Silaturahmi yang terjalin itu, baik di dalam pemerintahan ataupun di luar pemerintahan.


"Terpilihnya Pemimpin Koalisi Pakatan Harapan itu juga jadi pertanda. Bahwa hubungan antara Indonesia dan Malaysia akan semakin dekat," terang mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI itu.


"Saya tidak melihat adanya isu yang bakal mengganggu hubungan kedua negara di masa pemerintahan Anwar," imbuhnya.


Dino berpendapat, tantangan akan hubungan kedua negara sangat besar.


Terutama bagaimana Indonesia dan Malaysia menyikapi berbagai persoalan, seperti krisis di Myanmar dan Rohingya. Persoalan-persoalan itu berdampak bagi Indonesia dan Malaysia.


"Indonesia dan Malaysia tentu ingin mendorong krisis Myanmar bisa terselesaikan dan demokrasi dapat kembali berjalan," kata Dino.


Karena itu, sambung Dino, Indonesia dan Malaysia perlu memperkuat ASEAN.


Terlebih lagi di tahun depan, Indonesia merupakan ketua ASEAN.


"Dan mungkin juga ada inisiatif global di mana Indonesia dan Malaysia bisa bekerja sama," tukas dia.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad


Below Post Ad