Twitter Pasang Biaya Centang Biru Rp125 Ribu per Bulan, Elon Musk Dikecam


 

Miliarder sekaligus bos baru Twitter, Elon Musk, mulai melakukan sejumlah perubahan kebijakan setelah mengakuisisi platform media sosial itu. Salah satunya penerapan biaya berlangganan. Twitter berencana memungut biaya 8 dollar AS atau sekitar Rp 125.000 per bulan untuk akun bercentang biru yang mulai diterapkan pekan depan. Langkah ini merupakan ikhtiar untuk menyelesaikan persoalan bot dan troll di platform itu, sekaligus menciptakan aliran pendapatan baru bagi perusahaan yang tidak bergantung pada iklan.

“Sistem orang kaya dan orang miskin di Twitter saat ini untuk siapa yang memiliki atau tidak memiliki centang biru adalah omong kosong,” kata Musk dalam cuitannya.


Dalam pandangan Musk, fitur centang biru yang saat ini ditawarkan kepada sebagian orang, terutama tokoh masyarakat, artis, dan orang-orang yang disebut sebagai key opinion leader, adalah sebuah pendekatan yang sangat feodal. Dia menggambarkannya sebagai sistem tuan (pemilik lahan) dan petani (penggarap lahan).

Sebelumnya, layanan centang biru dan Twitter Blue adalah sebuah hal yang terpisah. Akun yang memperoleh tanda centang biru tidak wajib berlanggganan layanan premium Twitter Blue. Sebaliknya, pengguna layanan Twitter Blue sudah dipastikan akan mendapatkan centang biru atau terverifikasi.

Elon Musk menambahkan biaya berlangganan Twitter Blue akan berbeda di tiap-tiap negara mengikuti paritas daya beli. Saat ini Twitter Blue baru tersedia di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Biaya berlangganan Twitter Blue saat ini adalah USD 4,99 dan saat ini tidak menawarkan opsi verifikasi akun. Fitur utama yang ditawarkan Twitter Blue antara lain undo dan edit tweet, mengubah bilah navigasi, memasang NFT jadi foto profil, dan opsi kustomisasi lainnya.

Banjir kritik

Biaya langganan sebesar 8 dollar AS itu mendapat reaksi negatif dari sejumlah pihak.

Beberapa pengguna, termasuk penulis Stephen King, mengeluhkan biaya langganan sebesar itu untuk sebuah platform media sosial. Sejumlah pengguna bahkan mengancam akan meninggalkan Twitter jika diwajibkan membayar.

“Harus bayar untuk menjaga ada centang biru? Persetan dengan itu, mereka yang seharusnya membayarku. Jika kejadian, maka aku akan pergi,” tulis novelis Stephen King.

Meski belum diterapkan Elon  Musk mulai banyak dikritik. “Tentu saja tidak seorang pun harus membayar untuk mendukung tipuan terbaru Elon Musk. Meminta user Twitter berpendapatan rendah agar tweet mereka tidak tersembunyi bukan cara memberikan power ke orang-orang,” kritik @ashtonpittman.

“Aku tidak akan pernah membayar sejumlah apapun pada Twitter untuk centang biru atau apapun. Aku tidak akan mensubsidi seorang miliarder dalam proyeknya ini,” tulis @matthewjdowd.

“Aku tidak ada masalah dengan ini, tapi aku tidak akan membayar Twitter. Twitter itu kosong, akun yang bagus adalah kontennya. Jadi pada dasarnya, Twitter yang membutuhkanku. Aku tidak butuh Twitter. Sejujurnya, Twitter yang harus membayarku,” cetus @JesseKellyDC.

“Membuat orang bayar untuk verifikasi tidak akan membereskan masalah bit di Twitter karena akun yang tidak membayar masih bisa menggunakan playtform ini dengan gratis,” sebut @AdeldMeyer.


Pengguna Twitter yang ingin mendapatkan centang biru juga tidak pernah dipungut biaya. Mereka cukup mengisi formulir yang disediakan, menyediakan dokumen pelengkap, dan menunggu konfirmasi dari Twitter.

Musk yakin, penerapan harga paket berlangganan akan mengurangi akun-akun bot dan spam yang disinyalir bertebaran di platform media sosial ini. Menurut Musk, jika nantinya akun-akun terverifikasi dan berbayar diketahui terlibat dalam operasi spam atau scam, Twitter akan menangguhkannya.

Sementara untuk pengguna yang saat ini mendapat tanda centang biru atau terverifikasi, tetapi menolak untuk membayar biaya berlangganan, Musk mempertimbangkan menghapusnya.


Sumber Berita / Artikel Asli : Inilah

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad


Below Post Ad