Pesan 1.000 Alsintan, Agus Zamroni Korban Janji ‘Palsu’ Presiden Jokowi


 Penyataan Presiden Jokowi ingin memajukan industri dalam negeri dan mengurangi impor, berbeda dengan perilakunya. Pada 2015, saat memesan 1.000 unit alsintan buatan IKM Desa Mlipir, Madiun, hanya janji palsu.


Saat dihubungi Inilah.com, Jumat (11/11/2022), Agus Zamroni, pemilik PT Mitra Maharta, produsen alat mesin pertanian (alsintan) yang dipesan Jokowi, membeberkan kisahnya.


Tak pernah bermimpi, Agus sebagai pemilik industri kecil menengah (IKM) di Desa Mlipir, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, kedatangan tamu super istimewa pada 6 Maret 2015. Maklumlah, tamu yang datang adalah orang nomor satu di republik ini, Presiden Jokowi.


Ternyata, kedatangan Jokowi ke Madiun, bersamaan dengan pembagian traktor di Jetis, Ponorogo. Anehnya, setelah dibagikan ke petani, traktor tersebut ditarik lagi, diangkut ke truk. “Yang jelas harinya bersamaan dengan acara pembagian traktor di Jetis, Ponorogu. Pak Jokowi diagendakan mengunjungi workshop kami. Jadi, bukan kami yang mengundang,” kenang Agus.


Kala itu, Jumat sore, kata Agus, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Mensesneg Pratikno, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, hadir di workshop. Kehadiran rombongan presiden disambut meriah warga desa serta karyawan workshop.


Dalam tayangan video yang diterima Inilah.com, Jokowi mengenakan kemeja putih lengan panjang yang sebagian dilipat, berkeliling workshop. Banyak siswa dan siswi SMK PGRI Ponorogo serta beberapa SMK di wilayah Jatim, menjalani praktik kerja industri (prakerin).


Ketika melihat mesin pemanen mini bermerek Zaaga BN 120 At, Jokowi berhenti agak lama. Benar saja, Jokowi tertarik. Terjadilah dialog antara Agus dengan Jokowi, disaksikan rombongan. Tercetus niat pemerintah memborong 60 ribu unit alsintan, termasuk Zaaga yang kala itu sudah masuk e-katalog di Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).


Agus pun menyampaikan dengan jujur bahwa kemampuan produksi perusahaannya, masih kecil. Hanya 200 unit. Agar bisa memenuhi order pemerintah, perlu suntikan modal. Setelah kembali berdialog, ada kesepakatan yang membuat Agus sumringah. Jokowi pesan 1.000 unit mesin pemanen padi mini merek Zaaga.


Saat itu, Agus tak berpikir panjang. Dia pun tak mengikat pesanan alsintan yang diucapkan Jokowi dengan kontrak. Wajar karena Agus sangat yakin bahwa pernyataan presiden itu, tidak akan meleset di kemudian hari. Apalagi di sela kunjungan itu, Jokowi memberikan pernyataan ‘menyejukkan’ di depan awak media.


“Tahun ini, kami memesan 60 ribu unit alat mesin pertanian (alsintan). dan sudah kita arahkan untuk memakai produksi dalam negeri. Seperti produk yang ada di Madiun ini. Ini merek Zaaga sudah masuk e-katalog, jadi tidak usah pakai lelang. Bisa langsung beli,” ungkap Jokowi.


Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI ini juga mendorong agar kapasitas produksi dari industri alsintan milik Agus Zamroni, bisa digenjot. “Hanya memang produksinya masih belum mampu mengcover yang 60 ribu tadi. Saya kira ke depan, pabrik-pabrik seperti ini berkembang pesat. Karena permintaan akan melonjak. dalam rangka swasembada pangan,” kata Jokowi.


Tujuh tahun berlalu, Agus pun menjadi tahu bahwa janji Presiden Jokowi itu, ternyata palsu. Seribu unit mesin pemanen mini Zaaga, menumpuk di gudang.


Dirinya terpaksa memasarkan sendiri 1,000 mesin pemanen padi mini ke sejumlah pemerintah daerah. Hasilnya lumayan, Pemprov Jatim dan Maluku membelinya. Pada 2019, barulah Kementerian Pertanian (Kementan) beli. Meski hanya 50 unit. Kini, tersisa 490 unit mesin teronggok di gudang.


“Berkali-kali saya bersurat kepada Pak Presiden, belum ada realisasinya hingga hari ini. Saya mengalami banyak kerugian, kini masih ada stok 490 unit di gudang kami yang belum dibeli pemerintah, sesuai ucapan pak Presiden,” tuturnya.


Sejatinya, terkuaknya cerita ini disampaikan mantan Staf Khusus Presiden SBY, yakni Heru Lelono. Melalui akun twitter pribadi @her-alone, dia mencuitkan bagaimana manisnya janji Presiden Jokowi. Namun pahit untuk rakyatnya.


 Sumber Berita / Artikel Asli : inilah

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad


Below Post Ad