Perang Bintang Ada Bukan untuk Saling Menjegal ke Puncak Pimpinan, Kasus Sambo Buka Semua Aibnya!


Isu perang bintang disebut terjadi karena awal mula adanya kasus dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan Ferdy Sambo.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman menganggap perang bintang yang ada saat ini bukan saling menjegal ke titik puncak di atas.

Akan tetapi justru ia melihat perang bintang ini berkaitan erat dengan kasus Ferdy Sambo.

Menurutnya, Ferdy Sambo awalnya mengira bahwa ia merupakan sosok yang tak tersentuh sama sekali karena ada banyak sekali orang yang ia percayai bakal melindunginya.

Namun, setelah kasus pembunuhan Brigadir J dan Sambo dijadikan tersangka, maka Sambo mulai bereaksi dengan membongkar borok orang-orang di sekitarnya.

"Jadi lebih banyak ada (perang bintang), mau tidak mau saya harus cenderung memang ada perang bintang dalam konteks bahwa kasus Sambo itu kemudian merasa dia dulu, dugaan saya, dia merasa powerfull, tidak akan tersentuh," kata Boyamin Saiman, dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club pada Sabtu, 12 November 2022.

"Dan pada posisi tertentu kira-kira, ketika dia akan kena masalah, kepepet begitu, bukan Sambo ya ini, pada posisi itulah dia memberikan psywar 'kalau aku akan diproses hukum, maka akan saya bongkar borok=boroknya orang yang memproses saya'," sambungnya.

Maka dari itu, menurut Boyamin mulai keluar beberapa isu-isu tertentu yang dikaitkan oleh petinggi Polri karena dianggapnya telah mulai dibongkar pihak yang tak terima diproses secara hukum.

"Nah ini yang akan memproses ini akan bongkar-bongkar, supaya dia tidak dipercaya masyarakat maka bongkar aja duluan yang terkait dengan orang ini, si A ini, gitu," paparnya.

"A ini kan ya kira-kira hampir mirip dengan Sambo, kira-kira gitu Bang Karni. Dia akhirnya diproses terus dia tapi ancam membongkar, nah karena sudah keluar kata-kata membongkar maka supaya bongkarannya nanti tidak terlalu bermakna, tidak terlalu dipercaya masyarakat, maka boroknya si A ini dibuka dulu," tambahnya.

Jadi secara garis besar Boyamin yakin perang bintng yang terjadi bukan soal saling senggol demi mencapai ke pucuk pimpinan. Namun, ada satu kasus yang bermakna besar.

"Sehingga ketika si A ini membongkar borok sudah tidak begitu bernilai karena sudah dibongkar duluan dia," tutur Boyamin

"Kemudian dia ini akhirnya jengkel maka dikeluarkanlah yang lain lagi. Jadi, inilah proses yang sebenarnya bukan perang bintang dalam tanda kutip seperti dulu terjadi persaingan untuk menuju pucuk pimpinan atau saling menjegal, bukan itu, ini sebenarnya karena memang dalam posisi si A tadi kemudian merasa tidak akan bisa disentuh, tapi kemudian disentuh, kemudian dia sudah terlanjur ancam bongkar jadi mau nggak mau keluarkanlah ancamannya itu gitu," lanjut Boyamin.

Sebelumnya Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Santoso menyalahkan sistem perekrutan jabatan Kapolri hingga mencuat isu Perang Bintang di tubuh Polri.

Menurut Santoso, sistem perekrutan jabatan Kapolri salah karena melangkahi beberapa angkatan yang sudah ada.

Karena apabila ada pihak yang seharusnya sudah dapat kesempatan naik jabatan, justru terlewatkan dan tak mendapat kesmepatan yang nyata.

"Ini akibat dari perekrutan jabatan Kapolri yang melangkahi beberapa angkatan," kata Santoso, seperti dikutip Disway.id dari akun Twitter @PDemokrat pada Jumat, 11 November 2022.

"Akhirnya yang bawah ini, yang seharusnya naik, jadi terpendam, terkunci," tutur Santoso menambahkan pernyataannya.

Kemudian Santoso mengira apabila proses karir ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan aturan main yang ada, maka tidak akan terjadi gonjang-ganjing isu liar.

Sumber Berita / Artikel Asli : disway

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad


Below Post Ad