NasDem Sebut yang Lakukan Politik Identitas pada Pilgub 2017 Itu Ahok, Eh Umar Hasibuan Nyeletuk: Siapa yang Setuju?

 


Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan menyoroti Ketua DPP Partai NasDem Effendy Choirie yang meluruskan soal adanya tudingan yang menyebutkan bahwa Anies Baswedan dalam menggunakan politik identitas dalam kemenangannya di Pilkada DKI Jakarta.


Hal tersebut di tanggapi Umar Hasibuan melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Umar Hasibuan melontarkan pertanyaan jika menyetujui pendapat dari NasDem itu.


"Siapa yg setuju dgn pendapat nasdem ini sob?," ujar Umar Hasibuan melalui akun Twitter pribadi miliknya, Jumat (18/11).


Sementara itu, pernyataan dari Effendy Choirie itu dilontarkannya sebagai jawaban dari pernyataan Boni Hargens yang menuding Anies menggunakan Politik Identitas di Pilgub 2017.


Menurut Effendy Choirie, adanya politik identitas saat itu bukan disebabkan oleh Anies, melainkan karena dipicu oleh pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.


"Lahirnya Pemilu Jakarta yang seperti itu sebetulnya faktor utamanya bukan Anies, tapi Ahok. Orang Kristen, Cina mengutip ayat Alquran. Berangkatnya dari situ yang menafsirkan ayat semaunya, di sini sebetulnya titik tolaknya," ungkap Effendy Choirie, dikutip dalam acara Indonesia Lawyers Club yang ditayangkan dalam YouTube, Jumat (18/11).


Dari apa yang dikatakan Ahok itu, kemudian memicu reaksi dari umat Islam yang merasa tersinggung atas ucapannya. Namun, lawan politik Anies menuding bahwa saat itu reaksi yang timbul dari pernyataan Ahok dianggap sebagai politik identitas yang dialamatkan pada Anies.


"Kemudian ada reaksi dari aksi Ahok. Kemudian ada reaksi yang berbau agama itu kemudian dijadikan satu framing seolah ini politik identitas dan di alamatkan kepada Anies. Ini yang harus kita bantah, itu ahistoris. Itu tidak faktual, itu karangan, itu framing," tutur Effendy Choirie.


Ia menegaskan kembali bahwa Anies tak pernah melakukan politik identitas.


"Jadi faktor utamanya yang menampilkan politik identitas adalah Ahok yang waktu itu kita (Nasdem) dukung karena kinerjanya dan segala macam," ujarnya.


Menurut Effendy Choirie, gerakan aksi massa yang menuntut Ahok diadili atas pernyataannya pada saat itu merupakan gerakan yang wajar. Sebab itu bentuk protes dari masyaramat yang mayoritas beragama islam.


"Reaksi itu dari mayoritas rakyat di mana Indonesia itu mayoritas muslim, lah kemudian ada berbau-bau agama seperti itu, itu logis. Secara filosofis masuk akal, secara sosiologis Tidak bisa dihindarkan, secara yuridis boleh," imbuhnya.

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad


Below Post Ad