Mantan Staf Ahli Kominfo Bilang Elektabilitas NasDem Menurun Karena Anies, Kader Demokrat Membela: Hati-hati Menafsirkan

 


Hasil survei LSI Denny JA yang menyebut NasDem terancam tak dapat jatah kursi DPR 2024 menjadi sorotan.


Kader Demokrat Ardi W turut mengomentari hasil survei tersebut.


“Ini berita digoreng habis-habisan. Padahal jelas disebut di situ survei diadakan pada 11 - 20 September. Please deh,” ucapnya dalam unggahannya, Rabu, (2/11/2022).


Menurutnya, hanya karena judul yang provokatif orang jadi tergerak untuk membuat analisa sok tahu.



Ardi menyebut, ada pihak-pihak yang tidak memeriksa tanggal surveinya. Dia menyindir unggahan Guru besar Universitas Airlangga (Unair) Profesor Henri Subiakto.


“Kalau punya malu, twit model ginian sih mustinya dihapus. Tapi ya gimana ya,” sebutnya.


“Jadi, mari berhati-hati menafsirkan survei. Saya sudah pernah bikin space tentang ini. Lihat metodologinya. Lihat kredibibilitas yang bikin survey. Karena ini penting. Dan perhatikan juga biasnya ke mana,” lanjutnya.


Dia mencontohkan hasil survei Poltmarx pada Oktober 2022 yang menempatkan PSI secara nasional di atas PKS dan NasDem.


Menurutnya, hasil survei tersebut jelas perlu dipertanyakan.


“Seperti survey ini. Sebagai orang Demokrat saya sih seneng-seneng aja dapat nomer 2. Tapi buat saya nggak masuk akal PSI secara nasional bisa di atas PKS dan Nasdem. Jadi hasil survei begini buat ketawa-ketawa aja. Jangan diseriusin,” tandasnya.


Sebelumnya, Henri Subiakto mengatakan, capaian elektabilitas NasDem itu tak terlepas dari pengusungan Anies Baswedan sebagai bakal capres 2024.



Henri Subiakto menyebut NasDem dan Anies bertolak belakang. NasDem kental dengan ideologi Nasionalisme dan Demokrasinya dan didominasi pendukung Presiden Joko Widodo alias Jokowi.


Sementara Anies digambarkan sebagai bapak politik identitas dan sebagai sosok yang berseberangan dengan istana.


“NasDem dan Anies itu citranya bertolak belakang. NasDem kental nuansa Nasionalisme dan Restorasi. Pendukungnya mayoritas Jokower. Anies lebih kental dengan nuansa Islam politik dan antitesa Jokowi,” ucapnya dalam keterangannya.


Mangan Staff Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kominfo ini menilai, pendukung NasDem kecewa dengan keputusan NasDem selama ini.


“Pendukung Nasdem kecewa dengan arah politik yang tidak cocok dengan nasionalisme mereka,” tandas Ahli Ilmu Komunikasi ini. (selfi/fajar)

Sumber Berita / Artikel Asli : Fajar

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad


Below Post Ad