Kenapa 3 Barang Bukti Pembunuhan Brigadir J Ada di Sungai Bahar? Simak Penjelasan Kamaruddin Simanjuntak Ini!


 Pada sidang lanjutan Ferdy Sambo dan Putri Chandrawati yang digelar pada Selasa (1/11/22), Kamarudin Simanjuntak telah membawa setidaknya tiga barang bukti.


Tiga barang bukti tersebut disinyalir dapat menjadi salah satu bentuk atau alat untuk memperkuat dakwaan tersangka pembunuhan Brigadir J.


Kamarudin Simanjuntak dan tim kuasa hukumnya, menemukan tiga barang bukti tersebut berada di Sungai Bahar.


Kuasa hukum Brigadir Yosua juga sempat memperlihatkan salah satu barang bukti yakni berupa sandal yang masih ada bekas darahnya.


“Persiapannya kita hari ini bawa barang bukti yang masih berdarah-darah, (menunjukkan sandal) ini barang buktinya kita lagi bawa nih,” kata Kamarudin yang dikutip pada Twitter @eradotid.


Namun pertanyaannya adalah kenapa barang bukti tersebut ada di Sungai Bahar? berikut penjelasannya.


Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube metrotvnews pada Kamis (3/11/22), membagikan informasi terkait barang bukti yang dibawa kuasa hukum Brigadir Yosua ke persidangan kemarin.


Disebutkan bahwa telah ada tiga barang bukti, yakni Sandal yang masih ada bekas darahnya, kaos milik Brigadir Yosua, dan Baju gamis/koko.


Kuasa hukum mencurigai sandal tersebut saat melihat CCTV yang telah ditayangkan di berbagai media.


Sebelumnya Kuasa Hukum Nofriansyah Yosua Hutabarat ini telah menanyakan kepada tim penyidik terkait sandal tersebut namun tidak mendapat jawaban.


“Sandal yang berdarah itu kalau ingat CCTV yang beredar di Televisi atau di media, pada menit 15:49, yang pertama kali kita curigain kenapa dalam satu menit dia bisa pake sepatu dan pake sandal, di rumah saguling,” kata Kamarudin.


Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Bawa Barang Bukti Sandal Brigadir J, Masih Ada Darah : Yosua Terbunuh dengan Sadisnya!


“Itulah sandal itu , kenapa itu ada dikirim di Sungai Bahar. Harusnya kan itu barang bukti. Padahal Saya tanya ke penyidik dimana ini barang bukti , penyidik selalu diam dan tidak tahu,” tambahnya.


Selanjutnya terkait kaos, pengacara Yosua menemukan kaos milik almarhum dalam kondisi ada darah pada lengan bajunya.


Serta membawa baju Koko milik korban yang merupakan pemberian dari Putri Candrawathi.


“kemudian kaos, kaos itu adalah adalah barang atau pakaian yang dipakai almarhum pada tanggal 4, ketika Putri memotret dia sedang menyetrika baju anak-anaknya yang ada OSIS nya itu, itulah bajunya dan di lengannya itu ada darah, darah dari mana itu,” ujarnya


“kemudian mengenai baju Koko itu adalah pemberian Putri kepada Almarhum ketika mereka mau berangkat ke Bali, dalam rangka liburan yang pake jet pribadi bawa semua ajudan dan anak-anak,” tambahnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Ayojakarta

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad


Below Post Ad