Hapuskan Isu Perang Bintang, Polri Diminta Ito Sumardi Lakukan 3 Hal Penting Ini, Baca!


 Eks Kabareskrim Polri, Ito Sumardi menyebut ada tiga hal yang harus dilakukan Polri apabila ingin menghapus keburukan tentang isu perang bintang dari publik.

Diketahui akhir-akhir ini isu soal adanya perang bintang yang ada di internal Polri mencuat.

Isu tersebut menjadi heboh lagi usai Mahfud MD menyinggungnya saat mengomentari soal kasus Ismail Bolong.

Bak peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga, sudah ada kasus Sambo kini mencuat isu perang bintang, maka Ito Sumardi tak ingin Polri semakin terpuruk.

Ia pun akhirnya memberikan 3 tips agar Polri bisa kembali bangkit dan namanya 'harum' lagi di mata masyarakat Indonesia.

"Tiga hal, yang pertama semua ini adalah kelemahannya di aspek pengawasan secara berjenjang. Jadi, di sinilah terjaidnya satu penyimpangan-penyimpangan," ucap Ito Sumardi, dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club pada SAbtu, 12 November 2022.

Kemudian yang kedua menurut Ito Sumardi adalah pengendalian, maksudnya seorang pemimpin harus bisa mengendalikan kesatuan yang di bawah agar tidak melakukan penyimpangan dari norma yang telah ditetapkan berupa kebijakan.

"Yang ketiga yang paling penting, kalau mobil itu kan harus ada sopir, kepemimpinan itu juga berjenjang, dari mulai pimpinan tertinggi, pimpinan Polda, Polres. Nah kalau pemimpin-pemimpinnya ini tidak bisa memberikan contoh yang baik, anak buahnya pasti juga tidak akan bisa respect,"

"Bahkan di bawahan membijaksanakan sendiri gitu kan. Apalagi misalnya, kalau saya menjadi seorang pimpinan kesatuan, saya nggak mau tahu yang penting saya ada setoran, setiap bulan saya musti ada setoran, lah yang di bawah pusing gimana supaya setoran, kan tidak mungkin dari APBN, ya dia harus cari dari sesuatu yang ilegal, ini kan sekarang sudah dipotong oleh Pak Kapolri tidak adanya setoran"

"Pertanyaan saya apakah sudah dilaksanakan? Kalau sudah dilaksanakan yang mengawasi siapa? yang menilai siapa? Apakah sudah dipublikasikan?"

"Nah, kelemahan di sini adalah apa yang sudah dilakukan oleh Polri secara baik saat ini, itu masyarakat jarang yang mengetahui, hingga di sini kita perlu membuka komunikasi publik, harus menunjuk orang-orang yang duduk di tempat-tempat tertentu yang harus memiliki kemampuan public speaking. Jangan istilahnya kita diem padahal kita sudah berbuat, tentunya masyarakat akan menilai polisi tidak berbuat, padahal polisi sudah bebruat baik. Itu pendapat saya." tutup Ito Sumardi.

Sebelumnya Komjen Purn Ito Sumardi menjelaskan, isu perang bintang bisa jadi dilemparkan oleh pihak tidak suka dengan Polri.

"Istilah perang bintang, saya kok rasanya tidak yakin, karena saya juga sering ke Mabes Polri dan bicara dengan pejabat Polri,” ungkap Ito Sumardi.

Justru, Ito Sumardi melihat saat ini kondisi Polri dalam keadaan yang solid.

Bahkan ketegasan Kapolri mengungkap kasus petinggi Polri terlihat, apalagi yang melanggar diberhentikan dengan tidak hormat.

Dengan demikian adanya pihak-pihak yang bermain dan memperkeruh kondisi yang ada dalam tubuh Polri.

"Saya dulu saat di Kabareskrim juga pernah mengalami hal tersebut saat mengungkap sebuah kasus yang melibatkan seseorang di mana dia bisa membuat sebuah cerita,” papar Ito Sumardi.

Terkait dengan video pengakuan Ismail Bolong, Ito Sumardi menjelaskan bahwa tidak mungkin petinggi Polri menerima sesuatu secara langsung.

"Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa yang bersangkutan tersebut membawa pesan dari pihak ketiga dan tentunya hal ini harus betul-betul didalami serta dibuktikan fakta-faktanya,” tegas Ito Sumardi.

Sumber Berita / Artikel Asli : disway

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad


Below Post Ad