G20 Sudah Gagal! Sebatas Angkat Citra Jokowi, di Argentina Cuma di Lapangan Terbuka


 Pelaksanaan G20 di Bali dengan pengamanan yang luar biasa dinilai Rocky Gerung terlalu berlebihan dan sebatas menaikkan citra serta popularitas Joko Widodo atau Jokowi.


Dia mengungkapkan bahwa KTT G20 hanya sebuah konferensi biasa yang tuan rumahnya digilir berdasar abjad.


Seharusnya tuan rumah G20 tahun ini bukan di Indonesia. Tapi, di India. Hanya saja Indonesia melobi-lobi supaya bisa menjadi tuan rumah pada tahun ini dari jadwal Indonesia yang kebagian pada 2023.


Alasan Indonesia untuk mendapat jatah tuan rumah tahun ini karena pada tahun 2023 menjadi tuan rumah KTT ASEAN.

"KTT G20 itu peristiwa yang biasa sekali. Publik pasti kaget kalau di Argentina KTT G20 berlangsung di lapangan terbuka pakai tenda," kata Rocky Gerung di kanal youtubenya seperti dikutip denpasar.suara.com, Minggu (13/11/2022).


Jadi dia menilai bahwa spesialnya pelaksanaan G20 di Bali yang sudah didengungkan sejak setahun lalu hanya untuk mengangkat citra Jokowi semata.


"G20 itu tradisi biasa saja, tapi bagi Indonesia ini upaya untuk menaikan profil Pak Jokowi," sentil dia.

Apalagi, jelas-jelas bahwa dalam KTT G20 ini tidak akan menghasilkan apa-apa. Ssbab, di tengah carut marut ekonomi dan politik dunia.


Dua negara bertikai yakni Rusia dan Ukraina pemimpinnya tidak datang. Padahal tujuan awal G20 untuk meredakan konflik di Eropa agar ada gencatan senjata yang dihasilkan dalam pertemuan kali ini. Namun, Putin dan Presiden Ukraina tidak jadi datang.


Begitu juga soal penurunan suhu dunia yang mencapai satu setngah derajat. Hal ini juga sudah tidak mungkin dilakukan. Jadi, menurut Rocky Gerung bahwa G20 di Bali itu sudah gagal. "Jadi cuma sodor menyodorkan proposal," tukas dia. ***


Sumber Berita / Aritkel Asli : suara

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad


Below Post Ad