Bisnis Ilegal Dalam Lingkaran Perang Bintang Polri Diungkap Susno Duadji: Peran Polisi Besar di Sana


 Bisnis ilegal sempat mencuat dalam lingkaran perang bintang Polri, salah satunya dalam video pengakuan Ismail Bolong beberapa waktu lalu.

Meskipun akhirnya Ismail Bolong kembali mengeluarkan pernyataan jika saat itu dia dipaksa untuk membacakan sebuah pengakuan oleh mantan Karopaminal Divpropam Polri Irjen Hendra Kurniawan.

Salah satu bisnis ilegal yang mencuat adalah terkait dengan tambang batu bara seperti yang terungkap dalam video Ismail Bolong.

Meskipun hanya berpangkat Aiptu, namun Ismail mampu memberikan setoran hingga 6 miliar rupiah.

Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji, menjelaskan bahwa tambang ilegal merupakan lahan bermain dari oknum termasuk Polisi.

Bisnis ilegal dalam lingkaran perang bintang Polri diungkap Susno Duadji yang mengatakan bahwa peran Polisi besar disana.

Pada tambang tambang ilegal tersebut para pengusahan tidak membayar pajak pada pemerintah dan disinilah sebagai ranah bermain.

Tambang-tambang tersebut tidak membayar apa-apa, baik pajak hingga ijin bahkan reklamasi dan semua tidak diawasi.

“Disitulah bermain aparat-aparat tersebut, tidak hanya Polisi, namun juga ada aparat Pemda dan aparat keamanan lainnya,” tambah Susno.

“Tapi Polisilah yang paling besar peranannya,” jelas Susno.

Terkait dengan apa yang diungkapkan oleh Ismail Bolong, Susno menjelaskan bahwa ini telah masuk ke ranah hukum.

Untuk itu jika tidak diklarifikasi maka akan menyandra nama pejabat yang terkait.

Bahkan juga akan menganggu citra dari instansi Polri.

“Segera lakukan pemeriksaan sehingga dapat mengetahui kebenaran dari pengakuan Ismail Bolong,” tambah Susno

Menurut Susno, jika memang pernyataan dari Ismail Bolong tidak terbukti, harus segera di proses. Tidak bisa hanya sekedar memberikan statemen bantahan.

Pernyataan dari Ismail Bolong tersebut kembali memanaskan isu perang bintang di Polri 2022.

Apalagi juga menyeret nama bawahan dari Ferdy Sambo yang saat ini terjerat kasus pembunuhan Brigadir J, Hendra Kurniawan.

Sedangkan Mahfud MD selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI mengungkapkan jika saat ini pejabat tinggi Polri sedang memainkan kartu AS masing-masing.

Mahfud mengatakan bahwa masing-masing petinggi Polri sedang membuka kartu masing-masing terkait dengan perang bintang di tubuh Polri.

Menanggapi kasus tersebut Mahfud menjelaskan bahwa ini harus segera diselesaikan agar citra Polri dapat kembali baik.

Tak hanya itu, perang  intang tersebut juga dikaitkan dengan kunjungan 7 mantan Kapolri yang mendatangi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kedatangan 7 mantan Kapolri ini menjadi sorotan karena tidak mengajak dua mantan Kapolri lainnya yaitu Tito Karnavian dan Idham Azis.

Hal tersebut, menurut Desmond J Mahesa selaku Wakil Ketua Komisi III DPR RI menimbulkan pertanyaan ada apa di dalam Polri.

Bahkan Desmond mengungkapkan pertanyaan apakah kedua mantan Kapolri tersebut menjadi pemicu isu perang bintang di tubuh Polri.

Sumber Berita / Artikel Asli : disway

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad


Below Post Ad