Sudah Ada Sejak Jaman Foke, ‘Jakarta Smart City’ Bukan Gagasan Ahok

1351

Calon wakil gubernur DKI, Sylviana Murni mematahkan klaim keberhasilan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal program “Jakarta Smart City”.

Menurut Sylvi, “Jakarta Smart City” bukanlah program gagasan Ahok yang juga calon incumbent pada pilkada DKI. Pasalnya, embrio “Jakarta Smart City” sudah ada sejak 2008 semasa Fauzi Bowo menjadi gubernur DKI.

“Tahun 2008 saya dikirim ke Seoul, Korea Selatan. Perjanjian antarnegara itu akhirnya untuk ‘Jakarta Smart City’. Jadi sudah panjang, bukan baru sekarang,” ujar Sylvi saat menjadi pembicara pada talkshow yang digelar DPP Perempuan Bangsa di Graha Gus Dur, kantor DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/10).

Mantan wali kota Jakarta Pusat itu menuturkan, pertemuan di Seoul kala itu  menghasilkan kesepakatan tentang pembentukan organisasi World e-Governments Organization of Cities and Local Governments (WeGO). Dari situlah tercetus konsep sister city Seoul-Jakarta.

“Saat itu dibuat organisasi WeGO, salah satunya bagaimana menciptakan Jakarta Smart City. Jadi sebelumnya sudah ada,” ujar Sylvi.

Meski demikian calon wakil gubernur DKI pendamping Agus Yudhoyoni itu tetap mengakui ada perbedaan konsep Jakarta Smart City yang dikembangkan Ahok saat ini dengan ide sebelumnya. Hanya saja, Sylvi tetap menganggap Jakarta Smart City bukanlah gagasan Ahok.

“Pasti ada peningkatan dengan yang sekarang. Tapi intinya ini bukan pertama kali. Misalnya ada ruang cyber room, tapi dulu juga sudah ada crisis center. Intinya semua gubernur punya niat meningkatkan pembangunan. Demikian juga kami, jika terpilih akan meningkatkan konsep-konsep yang ada,” ujarnya. [prs] | RMOL

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY