“Setya Novanto, Pilih Mundur atau Bunuh Diri”

238

JAKARTA  – Pentolan grup band Efek Rumah Kaca Cholil Mahmud meminta dugaan kasus ‘Papa Minta Saham’ yang menjerat Ketua DPR Setya Novanto dibawa ke ranah hukum.

Sebab, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) sudah tidak lagi transparan dalam mempersidangkan Setya Novanto lantaran melakukan sidang tertutup pada Senin (7/12/2015).

“Bila ada delik hukum pidana korupsi lebih dibawa ke hukum, biar hukum yang menjerat dia (Setnov). Kalau bisa disegerakan saja. Ini sudah jelas dia menjual nama Presiden (Joko Widodo) langsung dicokok aja,” kata Cholil usai konser di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Di tempat yang sama, sang drumer Akbar Bagus Sudibyo mengungkapkan, kalau saat ini rakyat sudah geram dengan tindakan yang dilakukan Setnov. Jadi, sudah sepatutnya politikus Golkar itu sadar diri untuk mundur.

Terlebih saat persidangan di MKD, Direktur PT Freeport Indonesia Ma’roef Sjamsoeddin sudah mengakui kalau bukti rekaman pertemuan antara dirinya dengan pengusaha Riza Chalid dan Ketua DPR Setya Novanto di Pacific Place adalah asli.

“Dia (Ma’roef) sudah akui dia yang naro rekamannya, dan dia bilang itu asli. Terus apalagi, Setnov sudah mencoreng. Bila dia ga mau mundur, solusi terakhirnya dia bunuh diri seperti di Jepang,” ungkapnya.(yn)

Sumber : Mandra Pradipta, TEROPONGSENAYAN

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY