Rachmat Gobel: Hati-hati dengan Produk Cina

492

Derasnya produk Cina masuk ke Indonesia harus disikapi pemerintah dengan hati-hati. Rendahnya kualitas barang, jelas merugikan konsumen. Dan, industri dalam negeri bisa mati pelan-pelan.

Dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (06/02/2016), Presiden Komisaris Grup Panasonic Gobel, Rachmat Gobel mengingatkan masalah ini. Kata Gobel, sudah banyak perusahaan yang mengalami kesulitan bisnis akibat banjirnya produk Cina yang minim harga dan kualitas di pasaran. “Bagaimana kita mau bersaing jika banyak produk berkualitas KW 4 asal Cina masuk ke sini,” papar Gobel.

Ya, pernyataan bos Panasonic Gobel ini, tentunya menjawab pernyataan sejumlah pejabat ekonommi di kabinet kerja Presiden Jokowi. Beberapa waktu lalu Menperin Saleh Husin dan Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa tutupnya industri di tanah air karena kalah bersaing.

Masih menurut Gobel, pemerintah seharusnya bertindak bijaksana dengan melindungi industri dalam negeri yang sudah berjalan. Konkretnya harus ada policy yang bernuansa protected terhadap industri di dalam negeri.

“Makanya, penting sekali itu penerapan standar nasional (Standar Nasional Indonesia/SNI) untuk melindungi industri di tanah air. Dari serbuan produk impor murah namun tak berkualitas ,” ujar Gobel.

Dalam diskusi ini, Gobel mengakui bahwa perusahaanya kelimpungan untuk bisa bersaing dengar produk-produk impor asal Cina yang kualitas serta harganya rendah. Mau tak mau, upaya restrukturisasi harus dilakukan. “Kami merestrukturisasi tiga pabrik lampu di Pasuruan (Jawa Timur), Cikarang dan Cileungsi (Jawa Barat). Pabrik yang di Cikarang tutup,” terang Gobel.

Masih menurut Gobel, produksi lampu hemat energi (Compact Fluorescent Light/CFL) dari salah satu pabrik Panasonic Gobel, mengalami penurunan permintaan di pasar dunia. Akibatnya, Panasonic fokus di produksi lampu LED (Light Emitting Diode), karena masih banyak peminatnya.

Sumber : Inilah

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY