Politisi PKS Ingatkan Umat Islam Sedang Diteror

238
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan, kasus pembakaran mobil pada acara tablig akbar Isra Mi’raj di markas DPD FPI DKI Jakarta, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (16/4), merupakan bentuk teror.
Menurut Aboe Bakar, indikasinya terlihat dari plat nomor polisi yang digunakan menurut keterangan aparat kepolisian adalah bodong.
Apalagi, ditemukan dua mobil yang berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin yang diduga kuat juga akan dibakar.
“Pembakaran mobil saat acara tablig akbar merupakan upaya untuk memberikan efek teror kepada umat Islam. Perbuatan demikian tidak dapat ditoleransi,” kata Aboe Bakar melalui siaran elektroniknya, Minggu (16/4).
Aboe Bakar berpendapat untuk mengusut kasus ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian perlu menerjunkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror. Diturunkannya Densus 88 agar perkara ini bisa diurai dengan baik.
“Karena faktanya ada tiga mobil yang berisi ratusan liter bensin. Ini bukan sekedar bom molotov atau bom panci yang selama ini banyak digunakan terduga teroris. Bisa saja pelaku hendak membuat bom mobil yang akan diledakkan di tengah jamaah,” papar Aboe Bakar.
Anggota Komisi III ini mengungkapkan, tentunya masyarakat ingin mengetahui fakta dan motif sebenarnya dari perkara ini.  Pasalnya publik saat ini semakin dewasa jika mendapat informasi yang tidak masuk akal, mereka pasti tidak akan percaya.
“Misalkan saja, saya banyak mendapat pertanyaan apa benar kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, disebabkan karena jualan online isterinya? Oleh karenanya, persoalan ini harus diurai dengan baik kepada publik. Saya yakin Densus bisa membongkar kasus ini, sebagaima mereka telah berhasil mengurai kasus teror yang lain,” pungkas Aboe Bakar.
Diketahui, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab beserta ribuan jemaahnya mendapat teror. Itu terjadi saat acara tablig akbar Isra Mi’raj di markas DPD FPI DKI Jakarta, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (16/4).
 
Aksi teror yaitu dengan cara membakar mobil yang parkir di sekitar acara dan diluncurkan ke arah jemaah.
Slamet Maarif selaku juru bicara FPI membenarkannya. Kejadian berlangsung pada Minggu (16/4) dini hari.
“Kuat dugaan sementara ini aksi teror dari musuh Islam yang benci dengan acara tersebut dan Habib Rizieq,” kata Slamet dalam keterangan yang diterima, Minggu (16/4).
Dia menjelaskan, awalnya ada satu unit mobil Avanza datang ke arah jemaah dalam keadaan terbakar. Setelah itu, mobil tersebut meledak.
Setelah ledakan itu, beberapa anggota FPI melakukan penyisiran. Ditemukan dua unit mobil yaitu Kijang kapsul nopol B 7208 EQ dan Kijang Grand nopol B 1552 AH. “Masing-masing mobil kami menemukan empat jeriken,” kata dia.
Saat aksi teror tersebut, kata Slamet, pihaknya tidak melihat ada satu pun polisi yang berjaga. Menurutnya, hal ini aneh mengingat biasanya polisi selalu ada dalam acara yang digelar FPI apalagi dihadiri ribuan massa.
“Dugaan kejadian ini sudah di-setting dan ingin mencelakai Imam Besar FPI dan umat Islam yang hadir,” tandas dia.[rmol]

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY