Kusrin, Pembuat TV Lulusan SD Mampu Bayar Pegawai Sesuai UMP

968

Jakarta -Melihat kerja keras ‎Muhammad Kusrin dengan badan usaha yang dimilikinya, UD Haris Elektronika‎, sudah sepatutnya Pemerintah memberikan apresiasi.

Perusahaan rumahan ini telah membuka lapangan kerja dan memberikan nafkah terhadap sedikitnya 35 orang karyawan yang selama ini bekerja membantunya merakit televisi.

Menariknya, dengan skala usaha yang masih tergolong UKM, Kusrin ternyata mampu memberikan kesejahteraan kepada karyawannya.

“Saya bisa gaji mereka sesuai standar gaji UMP (Upah Minimum Provinsi) di Karanganyar,” ungkap dia lugas saat ditemui di Kantor Kementerian Perindutrian, Jakarta, Selasa (19/1/2016).

Berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah bernomor 560/66 Tahun 2015, Upah Minimum Kabupaten Karanganyar 2016 adalah sebesar Rp 1.442.000,00 dari sebelumnya tahun 2015 yaitu Rp 1.226.000,00.‎

‎Besaran upah tersebut berlaku bagi pegawai biasa yang bertugas membantu merakit televisi. Sementara, kata dia, bagi pegawai yang berstatus teknisi dibayarnya secara borongan.

“Saya bayar borongan Rp 8.000 per unit,” tuturnya.

Dalam sehari dirinya mengaku bisa memproduksi sekitar 150 unit televisi rakitan dengan jumlah teknisi yang bekerja padanya sekitar 3 orang. Artinya dalam 1 hari para teknisi bisa mengerjakan hingga 50 unit televisi.

Bila dikalikan dengan nilai pembayaran borongan sebesar Rp 8.000/unit, maka seorang teknisi bisa mengantongi Rp 400.000 per hari.

Sayangnya, hal tersebut tinggal kenangan saat ini lantaran seluruh barang miliknya disita dan dimusnahkan oleh aparat karena tuduhan tidak memiliki Sertifikan SNI, usaha Kusrin terpaksa berhenti dan ia harus merumahkan seluruh pegawainya.

“Diharapkan usaha bisa berjalan lagi. Karena sekarang modalnya habis‎. Saya harus cari modal lagi,” pungkasnya.

(dna/hns)

Dana Aditiasari – detikfinance

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY