Pembantaian 3 Muslim AS Terjadi, Media Barat Hanya Diam

262

Di Mana Media Mainstream Ketika Pembantaian 3 Muslim AS Terjadi ?

PEMBANTAIAN terhadap tiga muslim Amerika di lingkungan yang tenang North Carolina telah memicu reaksi kemarahan di media sosial. Banyak pegiat media sosial yang kecewa dengan sikap media mainstream yang beda dalam pensikapannya ketika mereka memberitakan insiden penyerangan Charlie Hebdo beberapa waktu yang lalu.

“Jika korban berkulit putih beragama Kristen, media akan menjadikannya berita utama. RIP #ChapelHillShooting,” kicau Ben Norton di akun twitternya pada Rabu pagi (11/2/2015), seperti dilaporkan Onislam.

“Saya ingin melihat aksi protes, saya ingin melihat liputan berita, saya ingin melihat pawai kecaman, saya ingin melihat kemarahan yang sama diungkapkan seperti insiden di Perancis. #ChapelHillShooting,” kicau penggiat media sosial lainnya, Adham Kassem.

Deah Shaddy Barakat (23 tahun), istrinya Yusor Mohammad Abu-Salha (21 tahun) dan adiknya Razan Mohammad Abu-Salha (19 tahun), ditemukan tewas di sebuah kompleks kondominium di luar kampus.

ncar
Pria bersenjata, yang diidentifikasi oleh The Independent sebagai Craig Stephen Hicks (46 tahun), dilaporkan menyerahkan diri ke polisi.

Beberapa jam setelah pembunuhan, yang terjadi pukul 5 sore waktu setempat di North Carolina, tidak ada laporan tentang kejadian itu yang dibuat oleh media-media mainstream.

“Saya bertanya-tanya mengapa dan kapan penyiar Fox News Jeanine Pirro membuat tuntutan “Kita perlu untuk membunuh mereka!” #ChapelHillShooting,” kicau Dena Takruri di akun Twitternya.

“#ChapelHillShooting sudah terjadi 9 jam yang lalu. Masih belum ada liputan dari CNN, FoxNews, MSNBC dan outlet media utama lainnya,” tambah Khaled Bey.

“Ini 3 Mahasiswa Muslim ditembak mati di #ChapelHillShooting hari ini, tapi media Amerika tidak memberitakan mereka bahkan sampai sekarang !,” tulis Farhan Khan Virk.

Lainnya merujuk pada kenyataan bahwa agama pembunuh yang menyerahkan diri ke polisi, Hicks, tidak teridentifikasi.

Laporan media juga menyebutnya sebagai tersangka penyerang dan bukan teroris seperti yang mereka lakukan ketika penyerang adalah seorang Muslim.

“Mengapa tidak ras dan agamanya yang dirilis? Dia bisa menjadi seorang ekstrimis *insert agama di sini* untuk semua kita tahu. #ChapelHillShooting,” kicau Nargis.

Karikatur terkenal Carlos Latuff juga berkicau di Twitternya dengan mengatakan, “Sekarang bayangkan jika Craig Hicks adalah Muslim dan telah menembak jatuh tiga pemuda Kristen atau Yahudi … #ChapelHillShooting”.

TIGA mahasiswa Muslim di North Carolina, Amerika Serikat, tewas ditembak pada Selasa malam (10/2). Pelakunya adalah seorang pria berusia 46 tahun langsung menyerahkan diri ke polisi usai peristiwa tersebut.

B9i6Di2IIAAbyid.jpg large

Seperti dikutip CNN, korban terdiri dari dua wanita dan satu pria, bernama Deah Shaddy Barakat, 23, Yusor Mohammad, 21, dan Razan Mohammad Abu-Salha, 19. Barakat dan Mohammad adalah suami istri, sedangkan Razan adalah adik perempuan Barakat.

Peristiwa ini terjadi di sebuah apartemen di Chapel Hill yang banyak dihuni mahasiswa Universitas North Carolina, UNC. Menurut sumber kepolisian, ketiganya tewas ditembak di kepala.

Pelakunya adalah Craig Stephen Hicks, yang menyerahkan diri setelah melakukan kejahatan tersebut. Polisi belum bisa memastikan motif pelaku, namun warga di media sosial menduga kuat insiden ini didasarkan sentimen agama.

Di media sosial, Hicks yang ditahan atas tiga dakwaan pembunuhan tingkat satu mengklaim dirinya ateis. Dia pernah memposting kemarahan terhadap agama tertentu.

“Jika soal penghinaan, agamamu yang memulainya, bukan saya. Jika agamamu tetap menutup mulutnya, saya juga akan melakukannya,” tulis Hicks di akun Facebooknya.

Barakat adalah mahasiswa tahun kedua fakultas kedokteran gigi Universitas North Carolina dan tengah menggalang dana untuk mendirikan pos perawatan gigi bagi pengungsi Suriah di Turki.

Dia baru menikah sebulan yang lalu dengan Yusor Mohammad, pria yang baru saja akan mulai belajar di fakultas tersebut. Adik Barakat, Razan, juga mahasiswa di kampus itu.

Kasus ini langsung menuai reaksi di Twitter. Tanda pagar #chapelhillshooting dan #MuslimLivesMatter langsung menjadi trending topic pada Rabu pagi usai penembakan tersebut.

Pengguna Twitter ramai memposting foto-foto para korban semasa hidupnya.

[fq/islampos]

Berita Lebih Lanjut : dikutip dari Laman CNN ::
http://www.cnn.com/2015/02/11/us/chapel-hill-shooting/index.html

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY