Email Prabowo Bikin Dokter Mirna Menangis , Ini Isinya

903

Di antara semua hasil perhitungan sementara Pilkada serentak di 21 wilayah di Jateng, hasil di Kendal terbilang paling mengejutkan.

Calon petahana Widya Kandi Susanti–Moh Hilmi secara mengejutkan dikalahkan oleh pendatang baru di kancah perpolitikan Kendal, pasangan Mirna Annisa-Masrur Masykur.

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya dalam benak Mirna Annisa jika karir politiknya bakal melesat sedemikian cepat. Berdasarkan hasil sementara Pilkada Kendal Mirna berpeluang sangat besar memimpin Kabupaten Kendal selama lima tahun ke depan. Padahal ibu dua anak ini belum sempat dilantik menjadi anggota DPRD Jawa Tengah.

Meski penghitungan suara belum selesai, kans Mirna menjadi orang nomor satu di Kabupaten Kendal lebih besar dibandingkan pesaingnya, petahana Widya Kandi Susanti.

Kepada Tribun Jateng Mirna mengaku mendapatkan dukungan penuh dari keluarga untuk memimpin Kendal selama lima tahun ke depan. Mirna pun percaya diri untuk melaksanakan mandat dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto agar ikut bertarung di Pilkada Kendal.

 

“Saya ini orangnya mudah sekali penasaran, makanya tantangan ini saya ambil,” kata perempuan kelahiran Surabaya, 22 November 1981 itu, melalui sambungan telepon, pada Kamis (10/12).

Besar di lingkungan keluarga Polri, Mirna kecil tinggal berpindah-pindah menyesuaikan penempatan kerja sang ayah, Irjen Pol Purnawirawan Zainal Abidin Ishak.

Pengakuan Mirna, ia terhitung sebagai siswi pintar dan tercatat beberapa kali mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri. Setelah menyelesaikan pendidikan kedokterannya, Mirna pun bergabung dengan Gerindra, mengikuti jejak sang kakak, Miftariza Notoprayitno.

Di partai bergambar burung garuda itu, Mirna menjabat sebagai Ketua Kesehatan Indonesia Raya, organisasi sayap Gerindra yang berkecimpung di bidang kesehatan.

Keterlibatannya di Kesira itu pula, yang mendekatkan ia dengan Prabowo. Kelak, datanglah sepucuk surat elektronik dari Prabowo berisi perintah yang tidak bisa ia tolak.

“Kira-kira tanggal 24 Juli pukul 23.00, atau dua hari sebelum penutupan pendaftaran calon Bupati Kendal, saya diemail beliau agar mau maju. Waktu itu saya menangis, sebab tidak tahu mau bagaimana,” ungkapnya.

Saat itu, hanya satu calon yang sudah pasti bakal mendaftar Pilkada Kendal, yakni petahana Widya Kandi. Kika tak ada yang ‘berani’ mendaftar lagi, Widya akan menjadi calon tunggal. Padahal kala itu aturan mengatakan calon tunggal tak bisa berlaga dalam pilkada sehingga harus menunggu dua tahun lagi atau tahun 2017.

“Saya lalu menelepon suami, tidak diangkat. Menelepon Mama saya, malah dibilangi, Mama Papa ikhlas, ini tanggung jawabmu ndandani Kendal,” kata Mirna.

Setelah mendapatkan persetujuan sang suami, penggemar buku ini pun dibikin pusing terkait sang bakal wakil. Mencuat nama Abdul Muis, anggota DPRD Kendal sekaligus Ketua PAC PKB Kaliwungu.

Namun duet ini batal karena PKB tidak memberikan izin. Sisa waktu yang tinggal sehari, membuat Mirna berpikir keras. Mirna mendatangkan muka baru bernama Masrur Masykur.

Proses pendaftaran keduanya cukup menegangkan. Waktu itu tanggal 28 Juli pukul 15.55 atau lima menit sebelum penutupan, Mirna dan Masrur mendatangi kantor KPUD dengan berlari.

Hal ini lantaran Mirna harus menunggu kedatangan Masrur dari Jakarta menggunakan pesawat. Tidak hanya di situ, keduanya sempat dibuat ketar-ketir lantaran perwakilan satu partai pendukung, yakni PAN, tak kunjung hadir. Padahal, berkas-berkas partai pendukung harus segera dikumpulkan saat itu juga.

Mirna menandaskan, perintah suaminya agar ia berani bertempur di Pilkada Kendal, semakin memantapkan hatinya. Meski terbilang hijau di kancah perpolitikan, ibunda Dar Kee Abyansyah dan Calanta Rafanda ini percaya, dengan dukungan semua pihak ia bisa memimpin Kendal ke arah yang lebih baik.

“Jauh sebelum saya diminta, saya mengikuti acara Migunaning Tumraping Liyan di Pasar Kendal. Semua orang mengira saya hendak mencalonkan diri, padahal itu murni acara partai. Tapi kemudian saya sudah mulai merasa,” ujar Mirna.

Sapu bersih

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kendal nomor urut 2, Mirna Annisa-Masrur Masykur, menyapu bersih 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kendal mengalahkan calon petahana, Widya Kandi Susanti-Mohamad Hilmi.

Berdasarkan rekap data form C1 pada tabulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat pukul 22.30, Kamis (10/12), Mirna-Masrur memperoleh 62,23% suara dari total 100% data yang sudah masuk. Sedangkan pasangan Widya-Hilmi, hanya memperoleh 37,77% suara.

Berdasarkan data rekap suara sementara di KPU pusat, Mirna-Masrur menang di seluruh Kecamatan di Kendal yang berjumlah 20 Kecamatan. Rata-rata, selisih perolehan suara keduanya cukup banyak.
Perolehan suara Mirna-Masrur selisih tipis hanya di 1 kecamatan saja yaitu Kaliwungu Selatan dimana pasangan Mirna-Masrur meraup 51,14% suara dan pasangan Widya-Hilmi memperoleh 48,86% suara.

Meski sudah 100% data masuk ke KPU pusat, namun perolehan suara masih bersifat sementara. KPU hanya akan menggunakan data resmi berdasarkan hasil sidang pleno.

Aspirasi rakyat
Kemenangan di Pilkada Kendal ini disebut Mirna merupakan tuntutan aspirasi rakyat. Tanpa menafikkan peran tim sukses, Mirna menyebutkan jika keinginan masyarakat Kendal mengubah keadaan daerahnya sangat menentukan kesuksesannya. Sang calon wakil bupati Masrur Masykur pun berpendapat serupa.

“Kami punya 17 ribu tim sukses, tapi embrionya ada di benak masing-masing masyarakat Kendal,” kata Masrur, melalui telepon.

Menurut Masrur, ia dan Mirna beruntung didukung tim sukses yang solid hingga ke tataran terendah. Jika dirata-rata, setiap TPS ditangani oleh 20 anggota timses yang sudah digembleng maksimal.

“Kami juga percaya, politik uang sudah tidak ampuh lagi karena masyarakat pintar. Untuk Pilkada ini, anggaran yang sudah kami gelontorkan tidak begitu besar, sekitar Rp 3-4 miliar saja,” tuntasnya.
Dukungan ulama

Forum Komunikasi Ulama Kabupaten Kendal menyambut baik pencapaian Mirna Annisa-Masrur Masykur. Danial Royan selaku Pembina FKUK berharap Mirna bisa mengemban amanat warga Kendal.

“Selamat untuk keduanya, Insya Allah mereka bisa menyelenggarakan pemerintahan dengan baik,” kata Danial, kemarin.

Danial meminta warga Nahdhatul Ulama yang sebelumnya sempat terpecah karena perbedaan pilihan, bersatu kembali.

Friksi di tubuh NU Kendal sempat menyeruak ketika Danial, yang notabene Ketua PCNU Kendal, memilih mendukung Mirna-Masrur, alih-alih mendukung calon lain yang diusung PKB, partai yang secara ideologi identik dengan NU.

“Dukungan saya terhadap calon nomor urut satu, adalah saya sebagai Pembina FKUK, dan sama sekali tidak berdasarkan saya NU, itu yang harus diperjelas,” tegasnya.

PDIP telusuri kekalahan di Kendal
Pasca-pelaksanaan pemungutan suara dan perolehan hasil suara di internal, DPD PDIP Jawa Tengah menyatakan apabila dari 15 daerah yang ditargetkan menang pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2015, hanya meleset satu yakni di Kabupaten Kendal.

Seperti diketahui sebelumnya atau kemarin Rabu (9/12), pasangan calon (paslon) yang menjadi jago PDIP Jawa Tengah yakni Widya Kandi Susanti–Moh Hilmi dikalahkan lawannya Mirna Annisa-Masrur Masykur.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Kusriyanto menyampaikan hendak membahas kondisi itu di internal partai sembari menunggu keputusan resmi dari KPU Jawa Tengah.

“Kami akan telusuri dan evaluasi sebab kekalahan di Kendal. Sedang kami bahas agar tidak terjadi lagi di pelaksanaan pemilihan kepala daerah ke depannya,” ujar Bambang Kamis (10/12).

[jt]

Sumber :faktamedia

comments

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY