Drama Presiden Yang Tertukar Ternyata Bukan Fiktif Belaka Bro!! Itu Nyata…

22770

Drama Presiden Yang Tertukar Ternyata Bukan Fiktif Belaka Bro!! Itu Nyata…

Dalam cuplikan rekaman skandal kasus Freeport terdengar hal-hal ini sehingga kemenangan Jokowi-JK dalam pilpres 2014 sangat patut dipertanyakan.

Pada sidang MKD diputar rekaman terkait perpanjangan kontrak PT Freeport. Selain membahas Freeport, perbincangan tiga orang, yaitu SN (Ketua DPR Setya Novanto), MR (pengusaha Muhammad Riza Chalid), MS (Dirut PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin) juga menyinggung berbagai masalah lain. Di antaranya, mereka mengungkap strategi partai pendukung Jokowi untuk mengalahkan Prabowo ketika Pilpres 2014. MR bahkan mengungkap bagaimana kepolisian digerakkan untuk ikut memenangkan Jokowi.

Berikut kutipan transkrip rekaman yang diputar dalam sidang MKD di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/12) malam, dikutip dari Republika Online:

MR: Di Solo ada…., ada Surya Paloh, ada si Pak Wiranto pokoknya koalisi mereka, Dimaki-maki Pak, Jokowi itu sama Megawati di Solo. Dia tolak BG. Gila itu, saraf itu. Padahal, ini orang baik kekuatannya apa, kok sampai seleher melawan Megawati. Terus kenapa dia menolak BG. Padahal pada waktu pilpres, kita mesti menang Pak. Kita mesti menang Pak dari Prabowo ini. Kalian operasi, simpul-simpulnya Babimnas. Bapak ahlinya, saya tahu saya tahu itu. Babimnas itu bergerak atas gerakannya BG sama Pak Syafruddin. Syafruddin itu Propam. Polda-polda diminta untuk bergerak ke sana. Rusaklah kita punya di lapangan.

SN: Termasuk Papua

MR: Termasuk Papua. Noken kita habis.

SN: Habis Pak, hampir setengah triliun.

MR: Kapolda Papua itu kan sahabat saya, sahabat deket.

MS: Tito

MR: Tito. Akhirnya ditarik ke Jakarta supaya nggak menyolok, jadi Asrena. Sekarang Papua sudah jalan, kasih hadiah sama Jokowi. Padahal maunya Jakarta bukan dia. Pak BG maunya bukan Tito. Pak BG maunya Pak Budi. Tapi Budi ditaruh Bandung. Tito Jakarta. Yang minta Jokowi. 




Terbongkarnya rekaman kecurangan pilpres ini membuat legitimasi Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-JK dipertanyakan.

Pak Jokowi-JK paling berkepentingan soal kebenaran rekaman yang diputar di MKD. Karena soal kecurangan pemilu bisa jadi soal  legitimasi,” ujar mantan staf Presiden SBY, Andi Arief melalui akun twitternya @AndiArief_AA, Kamis (3/12).

Menurut Andi kasus kecurangan pilpres ini mirip dengan yang terjadi di Filipian. Berikut twit Andi Arief:

Apa yang terjadi saat kecurangan Arroyo filipina diketahui setelah Arroyo dinyatakan menang tahun 2007, menjadi soal serius selama berkuasa

Dilema konstitusional Filipina, karena MK filipina mementahkan Impeach Arroyo, kemenangan arroyo dianggap final. Tapi rakyat tidak mau tahu.

Jokowi-JK buruk dimata masyarakat dan dunia internasional, jika kecurangan pemilu yang diungkap dalam forum MKD tidak diklarifikasi segera.

Ini soal seriius, bukan soal kebencian pada Jokowi-JK. Kecurangan pemilu membuat beban 4 tahun ke depan. Kasihan bangsa ini.

Tidak mungkin Jokowi-JK berteori/berbicara pentingnya demokrasi, keadilan,kejujuran selama pengakuan kecurangan Pemilu tdk diklarifikasi.

Semoga sidang MKD bisa membongkar semua yang ada dalam rekaman, seperti kata Prabowo berulang kali “Becik ketitik ala ketara” yang berarti segala sesuatu yang baik dan buruk akan tampak. Hal ini disampaikan Prabowo saat pengumuman hasil Sidang Gugatan Pilpres di Mahkamah Konstitusi.

DPR dan seluruh elemen yang cinta keadilan harusnya bersatu-padu untuk sesegera mungkin melengserkan penguasa yang naik karena kecurangan. Jika kaum koplakers menuding kita belum move-on, biarkan saja. Tidak ada urgensinya kaum terpelajar dan kaum yang punya kewarasan untuk menanggapi mereka.(ts)

Eramuslim

comments

21 COMMENTS

  1. kenapa juga percaya fitnah… fitnah buat jokowi sudah ditebar sejak sebelum pilpres, tapi Tuhan Maha Kuasa, walau jokowi difitnah, tetap menang juga, walau semasa jadi presiden diteror terus lewat media abal-abal seperti website ini, InsyaAllah akan tetap Jaya

    Daripada sibuk memfitnah presiden, mending cari uang yang serius lewat biospray, kalo serius sehari bisa dapat 15juta atau 450 juta sebulan tanpa perlu memfitnah dan bikin dosa
    infonya di : http://www.biosprayin.com/bisnis

  2. Saya sih simple sejak awal milih Jokowi JK memang. Sy rasa selain sy juga banyak rakyat Indonesia yg sukarela milih beliau. Kl d tps kami memang pemilih Jokowi JK lebih banyak jd pantas menang.

  3. Berkehendak petisi,uu pemilu sengketa pada mk hasil final binding dan mengikat..petisi hak rakyat berpendapat dll tidak dilarang tapi bukan petieskan putusan mk.sby wanti wanti kup d’tat hukuman “mati”beliau berkata “ada gejala”

  4. riza dan novanto itu kan timsesnya prabowo hatta, jika memang dia tau ada kecurangan di pilpres kemarin kenapa nggak dibuktikan dan diungkapkan kemarin pas di sidang MK, dengan investasi sampai 500M , Sy kira riza nggak mungkin diam dan tidak mengungkitnya waktu sidang di Mk jika benar ada kecurangan…

  5. Propaganda nich,tapi maaf saja ya….di tmpt saya kalimantan barat Jokowi – JK menang telak. Siapa bilang kalau beliau tidak becus memimpin,buktinya sdh banyak perubahan yang beliau buat. Setidaknya,dgn dipimpin rakyat sipil sdh ada perubahan dan memiliki taring kembali dari pada memiliki power yg kuat tp seperti macan ompong. Berikan kesempatan yg lain utk memimpin,blm tentu anda lbh baik darinya.

  6. Berita sepihak, sepihaknya lagi mana…… dapat 500M mana beritanya
    Mengapa baru sekarang ngomong, dulu saat di MK kemana loe pada semua ?
    Ini Kumpulan Manusia Pengacau, penyebab semuanya

  7. Belajarlah dewasa…. Legowo…. Manusia ga ada yg sempurna…. Jokowi jd presiden tu sudah takdir… Marilah kita dukung jk kinerjanya benar… Dan kita ingatkan jk ada yg salah…tentunya dengan jalur yg benar juga…. Kita doain agar ia jd presiden yg baik… Kita lihat segi positifnya…dan kita benahi segi negatifnya…dgn cara yg benar tentunya

  8. Memang disini saya nilai belum move on, kenapa??? Asik bela prabowo aja. Kalo prbowo jadi presiden, hancur negara ini, yg bela dia koruptor semua. Tolong lah mahasiswa dibukak otaknya

  9. Hemat saya yg perlu diusut itu perkataan S N: Habis Pak, hampir setengah trilyun
    Dimana uang yg mereka gelontorkan sewaktu pemilu utk bantu Prabowo jelas2 gak ada laporan ke KPU dan itu jelas kecurangan yg menyalahi proses kampanye secara ke seluruh an.

  10. Lalu gimana masalah sumbangan 500 M dr MR ke pihak Prabowo-Hatta??? Masa udah curang, masih kalah pula? Apa gak lebih malu lagi, padahal sudah ngeklaim2 titisan Tuhan segala. Memang Allah SWT tahu mana yg terbaik untuk hambanya :v

LEAVE A REPLY