DPR Kritik Anggaran Sosialisasi Asian Games

1561

Beberapa hari menjelang akhir tahun, ramai diberitakan persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Mulai dari acara sosialisasi di Denpasar, Gorontalo dan Aceh oleh Kemenpora, KONI, serta Road to 18th Asian Games tanggal Minggu (27/12) pekan lalu di Senayan dan juga karnaval serentak di enam kabupaten/kota di Indonesia yang diselenggarakan oleh KOI.

“Bagaimana mungkin mereka membuat acara untuk skala sebesar Asian Games hanya direncanakan seminggu sebelum hari H? Kapan buat konsepnya, kapan tender EO dan vendor-vendornya, kapan menentukan akomodasinya. Terbukti hasilnya jadi berantakan,” kritik Wakil Ketua Komisi X, Nuroji di  Jakarta.

Terbaru, desain maskot Asian Games yang dikritik masyarakat tidak menarik, dianggap jadul dan amatir. Masyarakat juga mengkiritik acara sosialisasi dan launching maskot yang kurang megah dan sepi pengunjung.

“Itu kan uang negara, mengapa tidak digunakan secara matang. Apalagi kesuksesan Indonesia menyelenggarakan Asian Games ini akan menjadi sorotan dunia,” ujarnya.

Seperti diketahui sampai dengan bulan Desember 2015 ini, Kemenpora telah mengucurkan dana ratusan miliar kepada KONI dan KOI yang bersumber dari APBN, yang diperuntukkan bagi kegiatan promosi dan sosialisasi Asian Games 2018, termasuk untuk event launching logo dan maskotnya yang dialokasikan sebesar Rp 3 miliar, ini belum termasuk biaya liputan acara secara langsung oleh TV, serta kegiatan Carnaval Sosialisasi Asian Games secara serentak di Balikpapan, Makasar, Palembang, Surabaya, Medan dan Banten dengan anggaran sebesar Rp 4 miliar per kabupaten/kota.

“Acara-acara terkait Asian Games 2018 ini terkesan sangat dipaksakan untuk menghabis-habiskan anggaran sebelum tutup tahun, kelihatan tergesa-gesa seperti bis kota kejar setoran,” cetusnya.[wid] 

Sumber : RMOL

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY