Delapan Menteri Teken MoU Gerakan Penyelamatan Air

172

Delapan Menteri Teken MoU Gerakan Penyelamatan Air (Foto: Ahlan)

Delapan Menteri Teken MoU Gerakan Penyelamatan Air (Foto: Ahlan)

Jurnalis : Ahlan Farki

JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia yang ke-23 pada 2015. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bersama tujuh menteri Kabinet Kerja menandatangani kesepakatan bersama tentang revitalisasi Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) di Taman Kota Waduk Pluit, Jakarta Utara.

“Keterlibatan sejumlah menteri dalam revitalisasi GN-KPA sebagai upaya bersama untuk memanfaatkan sumber daya yang ada pada masing-masing kementerian secara terpadu yang didasarkan saling membantu, saling mendukung sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Tjahjo Kumolo, di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (9/5/2015).

Mantan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, revitaliasi air tersebut melibatkan delapan kementerian yaitu, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri BUMN.

Kemudian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertahanan Nasional, dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Masing-masing kementerian bertugas sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing,” ujarnya.

Tjahjo memaparkan, tujuan utama revitaliasasi GN-KPA adalah mendorong pencapaian pembangunan daerah secara nyata yang sejalan dengan tujuan desentralisasi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Di mana menitikberatkan pada pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Agenda ini juga untuk kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.

Selanjutnya, gerakan ini menitikberatkan pada enam kelompok kegiatan terdiri dari, pertama, penataan ruang, pembangunan fisik, penatagunaan tanah dan penataan pendudukan. Kedua. konservasi tanah dan air serta konservasi sumber daya air. Ketiga, Pengendalian daya rusak air. Keempat, pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air. Kelima, efisiensi dalam pengelolaan pemanfaatan air . Keenam, pendayagunaan sumber daya air.

“Semuanya bertujuan untuk mengembalikan kesimbangan siklus hidrologi pada daerah aliran sungai,” pungkasnya.

(Ari)

Sumber : Okezone

 

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY